Dari Hobi di Gelanggang, Merpati Balap Berbuah Cuan

  • 31 Agt 2026 05:57 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bengkulu – Suara kepakan sayap dan derap aktivitas di gelanggang merpati menjadi bagian dari keseharian para penghobi burung merpati di Bengkulu. Bagi mereka, merawat dan melatih merpati bukan hanya untuk mengisi waktu luang, tetapi juga membuka peluang mendapatkan penghasilan.

Hobi tersebut berkembang menjadi aktivitas yang memiliki nilai ekonomi ketika burung yang dipelihara memiliki kemampuan terbang, kecepatan, serta prestasi yang baik. Semakin bagus kualitas dan rekam jejak seekor merpati, semakin terbuka peluangnya untuk memiliki nilai jual lebih tinggi di kalangan penghobi.

Salah satu pegiat merpati di Bengkulu Bintang mengatakan, ketertarikannya berawal dari kegemaran melihat burung terbang dan mengikuti aktivitas di gelanggang. Dari hobi tersebut, ia mulai belajar memilih indukan, merawat burung, hingga melatih merpati secara rutin agar memiliki performa yang lebih baik.

“Awalnya memang hanya hobi, tetapi lama-kelamaan bisa menghasilkan tambahan pendapatan. Kalau burung memiliki kualitas bagus dan prestasi, peminatnya juga semakin banyak,” ujar Bintang.

Aktivitas di gelanggang juga tidak hanya mempertemukan para pemilik merpati, tetapi membangun jejaring antarpenghobi. Pertemuan tersebut dapat menjadi ruang bertukar informasi mengenai perawatan, pakan, latihan, hingga peluang jual beli burung.

Potensi ekonomi dari hobi merpati juga bukan sekadar cerita di tingkat komunitas. Sebuah kajian mengenai usaha budidaya merpati menunjukkan bahwa kegiatan tersebut dapat memiliki prospek ekonomi, sementara pemerintah juga telah memasukkan pembibitan dan budidaya burung merpati dalam klasifikasi usaha peternakan melalui KBLI 01467.

Di Bengkulu, kisah serupa pernah ditunjukkan Hazril, petani sawit yang menekuni hobi merpati kolongan. Ia menyebut sepasang merpati berkualitas dapat memiliki nilai puluhan juta rupiah, tergantung kemampuan dan kualitas burung.

Namun, mendapatkan cuan dari merpati membutuhkan ketekunan dan tidak bisa dilakukan secara instan. Burung harus dirawat dengan baik, diberi pakan yang sesuai, dilatih secara rutin, serta dipantau kondisi kesehatannya agar mampu tampil maksimal di gelanggang.

Selain penjualan burung, ekosistem hobi merpati juga berpotensi menggerakkan aktivitas ekonomi lainnya. Kebutuhan kandang, pakan, vitamin, perlengkapan latihan, hingga jasa perawatan dan pelatihan menjadi bagian dari rantai ekonomi yang tumbuh di sekitar komunitas penghobi.

Bagi para pegiat, keuntungan terbesar tetap berasal dari rasa senang menjalani hobi yang mereka cintai. Ketika dari kegemaran tersebut muncul peluang pendapatan, gelanggang merpati akhirnya bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan ruang bertemunya hobi, silaturahmi, dan peluang ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....