Permainan Layang-Layang Kembali Ramai Diminati Anak-Anak

  • 23 Jun 2026 22:04 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bengkulu – Permainan layang-layang kembali menjadi salah satu aktivitas favorit anak-anak selama masa libur sekolah di Kota Bengkulu. Sejumlah lapangan terbuka dan area pesisir tampak ramai dipadati anak-anak yang memanfaatkan waktu senggang untuk menerbangkan layang-layang bersama teman-teman mereka.

Fenomena ini menjadi pemandangan yang cukup menarik di tengah maraknya permainan digital yang selama ini mendominasi waktu luang anak. Banyak orang tua menyambut positif kembalinya minat anak terhadap permainan tradisional yang mengandalkan kreativitas dan aktivitas fisik tersebut.

Salah seorang warga Bengkulu, Suryani mengaku senang melihat anak-anak kembali bermain layang-layang di luar rumah. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi alternatif hiburan yang sehat sekaligus mengurangi waktu penggunaan gawai selama liburan.

“Daripada terus bermain telepon genggam, saya lebih senang melihat anak bermain layang-layang. Mereka bisa bergerak aktif, berinteraksi dengan teman-temannya, dan menikmati suasana di luar rumah,” ujar Suryani .

Beragam bentuk dan warna layang-layang menghiasi langit sore di sejumlah lokasi. Sebagian anak bahkan membuat layang-layang sendiri dari bahan sederhana seperti bambu, kertas, dan plastik, sehingga menambah nilai kreativitas dalam permainan tersebut.

Rizky siswa sekolah dasar yang sedang menikmati libur sekolah, mengatakan bermain layang-layang memberikan kesenangan tersendiri dibandingkan bermain gim di telepon seluler. Ia mengaku merasa tertantang saat harus mengendalikan layang-layang agar tetap terbang tinggi di udara.

“Seru sekali saat layang-layang bisa terbang tinggi. Saya juga bisa bermain bersama teman-teman dan saling membantu ketika membuat atau menerbangkannya,” kata Rizky.

Selain menjadi sarana hiburan, permainan layang-layang juga dinilai mampu melatih kesabaran, konsentrasi, dan kerja sama anak. Dalam proses pembuatannya, anak-anak belajar mengenai keterampilan sederhana sekaligus mengembangkan daya imajinasi mereka.

Suryani menambahkan bahwa permainan tradisional seperti layang-layang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda. “Permainan ini sederhana, murah, dan mengajarkan banyak hal kepada anak. Saya berharap mereka tetap mengenalnya meskipun zaman sudah semakin modern,” ujar Suryani.

Pengamat pendidikan anak menilai masa libur sekolah merupakan waktu yang tepat untuk menghidupkan kembali berbagai permainan tradisional. Selain menyehatkan, aktivitas tersebut dapat membantu perkembangan sosial anak melalui interaksi langsung dengan lingkungan sekitar.

Kembalinya minat anak-anak terhadap permainan layang-layang menjadi tanda bahwa permainan tradisional masih memiliki tempat di hati generasi muda. Dengan dukungan orang tua dan lingkungan, permainan warisan budaya tersebut diharapkan tetap lestari dan menjadi bagian dari pengalaman masa kecil anak-anak Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....