Mengenal Aneka Ragam Penutup Kepala di Pulau Sumatera

  • 28 Feb 2026 04:55 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Tengkolok, atau yang disebut juga sebagai Tanjak, serta dikenali pula dengan nama Destar, dan Lacak merupakan sebuah penutup kepala tradisional yang biasanya dikenakan oleh etnis Melayu dan Indonesia. Biasanya, tengkolok digunakan oleh kaum laki-laki, meskipun begitu tengkolok juga digunakan oleh perempuan.

Tengkolok biasanya dibuat dari kain songket yang dilipat dengan sedemikian rupa. Pada masa lampau, tengkolok digunakan sebagai perlengkapan pakaian di Palembang yang dipakai oleh bangsawan dan tokoh masyarakat. Sementara pada masa sekarang, tengkolok digunakan untuk fungsi keupacaraan, misalnya pernikahan.

Istilah "tengkolok", "Tanjak", dan "setanjak" merupakan sebuah sinonim. Kata "tengkolok" sendiri juga dapat diartikan sebagai "penutup kepala yang dikenakan oleh perempuan" Akan tetapi, pengartian tengkolok sebagai penutup kepala yang dikenakan perempuan jarang digunakan pada masa sekarang, kecuali di beberapa wilayah di Jambi maupun wilayah lain yang masih menuturkan bahasa yang serumpun, seperti bahasa Minangkabau).

Menurut sejarah, tengkolok atau tanjak pertama kali digunakan oleh masyarakat Sriwijaya di Sumatra. Konon katanya orang-orang Melayu Sriwijayalah yang pertama kali menggunakan tanjak dalam keseharian mereka. Tetapi menurut pendapat beberapa ahli tanjak sudah ada jauh sebelum zaman sriwijaya, terutama di pulau melaka

Pada tahun 2019 Tanjak Palembang dicatat oleh Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda (WBTB). Untuk melestarikan Tanjak, Pemerintah Sumatera Selatan menghimbau kepada masyarakatnya untuk memakai tanjak. Gubernur Sumatera Selatan mengeluarkan Peraturan Daerah yaitu mewajibkan setiap bangunan di Sumatera Selatan wajib memakai ornamen atau atribut lambang/simbol berupa Tanjak, Songket atau ornamen khas budaya Sumatera Selatan lainnya, baik di gapura atau bagian bangunan tersendiri.

Namun, beberapa beranggapan bahwa "tengkolok", "tanjak", dan "destar" merupakan hal yang berbeda jika ditinjau dari jenis kain maupun cara pelipatan, meskipun kegunaannya sama. Tengkolok biasanya diartikan sebagai penutup kepala dari kain yang berkualitas baik dan memiliki banyak lipatan dan lapisan. Destar memiliki lipatan dan lapisan yang lebih sedikit dari tengkolok. Sedangkan tanjak memiliki lipatan yang serupa dengan tengkolok, akan tetapi lebih sederhana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....