Mengulik Penyebab Kuku Cantengan

  • 26 Feb 2026 20:10 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Ingrown toenail atau yang sering dikenal sebagai cantengan adalah salah satu masalah kulit yang disebabkan oleh infeksi. Cantengan biasanya terjadi di kuku dan ditandai dengan nyeri, bengkak, dan kemerahan di sekitar kuku yang terinfeksi.

Cantengan adalah kondisi yang cukup umum terjadi dan biasanya tidak membahayakan. Meski demikian, jika tidak ditangani dengan tepat, cantengan dapat menyebabkan sejumlah komplikasi.

Mengutip Artikel yang dibuat dan diterbitkan oleh Siloam Hospitals, mari simak penjelasan selengkapnya tentang penyebab, gejala, dan cara mengatasi cantengan di bawah ini.

Apa itu Cantengan?

Cantengan adalah kondisi ketika kuku di bagian tepi tumbuh menancap ke kulit sehingga menyebabkan kulit dan jaringan di bawahnya mengalami radang. Cantengan dapat terjadi pada kuku tangan maupun kaki, namun paling sering terjadi pada jempol kaki.

Cantengan dapat menimbulkan rasa nyeri, bahkan terkadang bisa berlanjut menjadi infeksi. Meski sebagian besar kasus cantengan dapat sembuh dengan sendirinya melalui perawatan sederhana di rumah, kondisi ini akan membutuhkan tindakan medis apabila rasa nyeri tersebut semakin memburuk terutama disertai dengan gejala demam.

Penyebab Cantengan

Cantengan bisa terjadi karena berbagai faktor. Sejumlah penyebab paling umum dari cantengan adalah sebagai berikut.

1. Kesalahan saat Memotong Kuku

Penyebab cantengan yang paling sering terjadi adalah kesalahan memotong kuku yang terlalu pendek. Hal ini akan membuat kulit bagian samping menutupi sudut kuku sehingga kuku tumbuh ke dalam kulit dan mengakibatkan cantengan.

2. Memakai Alas Kaki Terlalu Sempit

Pemakaian alas kaki yang sempit dapat menekan kulit disekitar kuku dan memicu pertumbuhan kuku ke arah yang salah, seperti tumbuh ke dalam daging sehingga menyebabkan cantengan. Hal ini juga berlaku pada pemakaian kaos kaki atau stocking yang terlalu ketat.

3. Cedera Kuku

Cedera pada kuku, misalnya karena terhimpit pintu atau tertimpa benda berat, juga bisa menjadi salah satu penyebab cantengan. Hal ini akan membuat kuku menghitam, patah, dan akhirnya tumbuh ke dalam daging.

Faktor Risiko Cantengan

Cantengan dapat terjadi pada siapa saja, namun beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami cantengan adalah, Berusia 40–50 tahun. Menggunakan alas kaki yang terlalu sempit setiap hari. Memiliki keluarga dengan riwayat cantengan. Menderita obesitas atau berat badan berlebih. Mengidap kondisi yang menyebabkan kulit mudah berkeringat, seperti hiperhidrosis. Memiliki kebiasaan memotong kuku terlalu pendek. Berprofesi sebagai atlet, karena kuku berisiko mendapatkan tekanan berulang.

Gejala Cantengan

Cantengan merupakan suatu gangguan yang cukup umum terjadi. Sejumlah gejala umum dari cantengan adalah sebagai berikut, Kuku terasa nyeri ketika disentuh atau terkena tekanan, misalnya saat memakai sepatu. Terdapat penumpukan cairan di area kuku yang mengalami cantengan. Kulit di area kuku yang mengalami cantengan memerah, membengkak, dan mengeras.

Apabila cantengan disertai dengan infeksi, maka gejala lain yang biasanya muncul adalah keluarnya nanah atau darah dari kulit di dekat kuku, meriang, dan demam. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika Anda mengalami gejala tersebut untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Cara Mengobati Cantengan

Apakah cantengan bisa sembuh dengan sendirinya? Pada dasarnya cantengan akan sembuh sendiri seiring waktu meski tanpa pengobatan khusus. Meski begitu, cantengan tetap memerlukan perawatan dengan baik untuk meringankan gejala nyeri dan pembengkakan serta mencegah timbulnya komplikasi.

Pada cantengan ringan, perawatan dapat dilakukan secara mandiri di rumah dengan menerapkan langkah-langkah berikut, Merendam kaki di air hangat selama 15–20 menit. Mengoleskan salep antibiotik di area yang terasa sakit. Menggunakan sepatu yang sesuai ukuran kaki, tidak kebesaran maupun kekecilan. Potong kuku secukupnya, hindari memotong bagian lengkungan kuku. Mengonsumsi obat pereda nyeri sesuai anjuran dokter.

Namun, pada kasus cantengan yang parah, dokter spesialis kulit biasanya akan menyarankan penderita untuk melakukan tindakan operasi kuku.

Komplikasi Cantengan

Apabila tidak segera ditangani dengan benar, cantengan dapat menyebabkan sejumlah komplikasi, seperti, timbul bekas luka.

Nekrosis (kematian jaringan).

Paronikia (infeksi pada kulit di sekitar kuku) yang bisa semakin parah dan menyebabkan gangrene, Gangguan pada aliran darah, Kerusakan saraf. Penyebaran infeksi ke bagian kaki lain hingga tulang.

Cara Mencegah Cantengan

Cantengan yang sudah sembuh berpotensi untuk kambuh. Meski begitu, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko cantengan datang kembali, yaitu:

Menggunakan alas kaki sesuai ukuran.

Mengenakan pelindung kaki ketika melakukan aktivitas yang melibatkan kaki, misalnya saat bermain sepak bola.

Rutin melakukan pemeriksaan kaki, terutama bagi atlet.

Cantengan adalah kondisi yang umumnya dapat sembuh dengan sendirinya. Meski demikian, apabila cantengan disertai dengan infeksi, gejala lain yang biasanya muncul adalah keluarnya nanah atau darah dari kulit di dekat kuku, meriang atau masuk angin, dan demam.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....