Stan Rejang Lebong Ramaikan Festival Tabot 2026 dengan Produk Unggulan Daerah

  • 24 Jun 2026 03:38 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bengkulu – Keikutsertaan Kabupaten Rejang Lebong dalam Festival Tabot 2026 menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung yang memadati kawasan Sport Center Pantai Panjang Bengkulu. Melalui stan pameran yang disiapkan, berbagai produk unggulan daerah diperkenalkan kepada masyarakat sebagai bagian dari promosi potensi lokal.

Beragam hasil bumi dan produk kerajinan khas Rejang Lebong ditampilkan dalam stan tersebut. Mulai dari kopi, aneka olahan pangan, hingga kerajinan tangan berbahan lokal menjadi perhatian pengunjung yang ingin mengenal lebih dekat kekayaan daerah yang berada di wilayah pegunungan Provinsi Bengkulu itu.

Petugas stan Rejang Lebong, Renaldi Eka Syaputra mengatakan keikutsertaan dalam Festival Tabot menjadi kesempatan yang baik untuk memperkenalkan produk unggulan daerah kepada masyarakat luas. Menurutnya, festival budaya yang dikunjungi ribuan orang ini menjadi sarana promosi yang efektif bagi pelaku usaha dan UMKM.

“Festival Tabot tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga momentum untuk mengenalkan potensi daerah. Kami membawa berbagai produk hasil bumi dan kerajinan yang menjadi kebanggaan masyarakat Rejang Lebong,” ujar Renaldi, 23 Juni 2026.

Salah satu produk yang banyak diminati pengunjung adalah kopi khas Rejang Lebong yang dikenal memiliki cita rasa dan aroma yang khas. Selain itu, sejumlah kerajinan tangan juga menarik perhatian karena menampilkan kreativitas para perajin lokal dalam mengolah bahan-bahan yang tersedia di daerah.

Pengunjung asal Kota Bengkulu, Reci Bentaria, mengaku tertarik mengunjungi stan Rejang Lebong karena banyak produk yang jarang ditemui di tempat lain. Ia menilai kehadiran stan dari berbagai kabupaten memberikan pengalaman tersendiri bagi masyarakat yang datang ke Festival Tabot.

“Di sini kita bisa melihat banyak produk khas daerah dalam satu lokasi. Saya jadi lebih mengenal hasil bumi dan kerajinan dari Rejang Lebong yang ternyata cukup beragam dan berkualitas,” ujar Recy.

Selain menjadi sarana promosi, kehadiran stan Rejang Lebong juga membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi pelaku usaha daerah. Interaksi langsung dengan pengunjung memungkinkan para pelaku UMKM memperkenalkan produk sekaligus membangun jaringan pemasaran baru.

Festival Tabot 2026 tidak hanya menjadi panggung pelestarian budaya Bengkulu, tetapi juga wadah promosi potensi daerah dari berbagai kabupaten dan kota. Kehadiran stan Rejang Lebong menjadi bukti bahwa kekayaan hasil bumi dan kerajinan lokal dapat berjalan beriringan dengan semangat menjaga tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....