Dongeng Cape Verde: Debutan 600 Ribu Jiwa yang Guncang Piala Dunia 2026

  • 27 Jun 2026 19:13 WIB
  •  Bintuhan

Dari Nol ke Babak 32 Besar, The Blue Sharks Bikin Dunia Terpana

RRI.CO.ID, Bintuhan: Kalau ada kata "mustahil" di kamus sepakbola, Tanjung Verde alias Cape Verde baru saja merobeknya. Negara kepulauan dengan populasi cuma 600 ribu jiwa ini debut pertama di Piala Dunia 2026, dan langsung lolos ke babak 32 besar.

Ini bukan cuma kejutan. Ini dongeng.

*1. Perjalanan Gila ke Amerika Utara*

Cape Verde mengunci tiket 13 Oktober 2025. Menang 3-0 atas Eswatini, juara Grup D zona Afrika dengan 23 poin.

Banyak yang bilang: "Paling cuma numpang lewat." Nyatanya? Mereka satu grup sama Spanyol dan Uruguay di Grup H. Lawan dengan total nilai skuad gabungan 1,3 miliar euro. Sementara nilai skuad Cape Verde? 50 juta euro saja.

*2. Tiga Laga, Tiga Cerita Heroik*

*vs Spanyol 0-0 | 15 Juni*

Dunia kaget. Kiper veteran Vozinha, 40 tahun, jadi dinding beton. 27 tembakan Spanyol mentah semua. Spanyol frustrasi. Cape Verde pulang bawa 1 poin dan respect.

*vs Uruguay 2-2 | 21 Juni*

Ketertinggalan? Nggak ada di kamus mereka. Kevin Pina lewat tendangan bebas, disusul Helio Varela. Mental "never-say-die" bikin Uruguay cuma bisa geleng-geleng.

*vs Arab Saudi | 26 Juni*

Modal 2 poin cukup. Hasil grup lain berpihak. Begitu peluit akhir, skuad Cape Verde huddle, buka HP, lalu meledak sorak saat tahu mereka lolos. "I feel like I’m in a dream," kata Deroy Duarte, Man of the Match.

*3. Resep "Giant Killer" Bernama Bubista*

Pelatih Pedro Brito "Bubista" nggak main indah-indahan. Pakemnya: blok rendah, disiplin ekstrem, dan tusukan balik mematikan. Kasih bola? Silakan. Mau masuk kotak penalti? Silakan coba dulu.

Kapten Ryan Mendes jadi jenderal. Kevin Pina dan Helio Varela jadi eksekutor. Vozinha? Legenda hidup.

*4. Berikutnya: Raksasa Bernama Argentina*

Babak 32 besar, lawan mereka: Argentina. Juara bertahan, Messi dkk, Miami.

"From tomorrow, we’ll focus on the next match. It’s against Argentina, isn’t it? A tough match, but let’s believe – anything is possible".

Untuk negara sekecil Cape Verde, masuk 32 besar itu sudah sejarah. Tapi kalau mereka ngalahin Argentina? Itu bukan sejarah lagi. Itu legenda.

*Cape Verde membuktikan: Di Piala Dunia, nama besar kalah sama hati yang besar.*

Sumber : FIFA

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....