Buah Pala: Rempah Bernilai Tinggi dari Nusantara
- 23 Apr 2026 11:09 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Buah pala merupakan salah satu komoditas rempah unggulan Indonesia yang sudah dikenal dunia sejak ratusan tahun lalu. Tanaman ini berasal dari Kepulauan Banda dan menjadi alasan bangsa Eropa datang ke Nusantara pada masa lalu karena nilai ekonominya yang sangat tinggi.
Secara ilmiah, pala dikenal dengan nama Myristica fragrans. Tanaman ini tumbuh subur di daerah tropis dengan iklim lembap. Buah pala memiliki bentuk bulat dengan kulit berwarna kuning saat matang. Di dalamnya terdapat biji yang dilapisi oleh selaput merah yang disebut fuli (mace).
Manfaat Buah Pala
Buah pala memiliki banyak manfaat, baik untuk kesehatan maupun kebutuhan industri. Beberapa di antaranya:
Meningkatkan kesehatan pencernaan
Pala sering digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi masalah perut seperti kembung dan diare.
Menghangatkan tubuh
Kandungan senyawa aktif dalam pala memberikan efek hangat, sehingga sering digunakan dalam minuman herbal.
Sebagai antioksidan alami
Pala mengandung senyawa yang membantu melawan radikal bebas dalam tubuh.
Membantu kualitas tidur
Dalam jumlah kecil, pala dipercaya dapat membantu mengatasi insomnia.
Pemanfaatan Buah Pala
Seluruh bagian buah pala dapat dimanfaatkan:
Daging buah: diolah menjadi manisan, sirup, atau selai.
Biji pala: dijadikan rempah untuk masakan maupun bahan obat.
Fuli (mace): digunakan sebagai bumbu dan bahan industri parfum.
Selain itu, pala juga menjadi bahan baku minyak atsiri yang bernilai ekonomi tinggi dan banyak digunakan dalam industri kosmetik serta farmasi.
Indonesia merupakan salah satu produsen pala terbesar di dunia. Daerah seperti Maluku dan Sulawesi menjadi sentra produksi utama. Ekspor pala memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan petani dan devisa negara.
Buah pala bukan hanya sekadar rempah dapur, tetapi juga memiliki nilai sejarah, ekonomi, dan kesehatan yang tinggi. Dengan pengelolaan yang baik, pala dapat terus menjadi komoditas unggulan Indonesia di pasar global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....