Nelayan Bengkulu Mengeluh, Cuaca Buruk Paksa Berhenti Melaut

  • 07 Apr 2026 19:28 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bengkulu - Cuaca buruk yang melanda perairan Bengkulu dalam beberapa hari terakhir dirasakan langsung dampaknya oleh para nelayan. Gelombang tinggi dan angin kencang membuat mereka terpaksa menghentikan aktivitas melaut demi keselamatan.

Seorang nelayan di kawasan pesisir Bengkulu, Zalius (60), mengaku sudah hampir sepekan tidak melaut. Menurutnya, kondisi laut saat ini sangat berbahaya, terutama bagi perahu kecil.

“Biasanya kami tetap melaut, tapi sekarang gelombangnya tinggi sekali, anginnya juga kencang. Kami tidak berani ambil risiko,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan nelayan lainnya yang mengaku penghasilan mereka menurun drastis. Jika biasanya mereka bisa membawa pulang hasil tangkapan setiap hari, kini mereka harus bergantung pada tabungan yang terbatas. Kondisi ini tentu berdampak pada kebutuhan keluarga sehari-hari.

Para nelayan berharap adanya perhatian dari pemerintah, terutama dalam bentuk bantuan sementara atau solusi alternatif. Mereka juga berharap informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika dapat terus diperbarui secara cepat agar nelayan bisa memantau kondisi laut sebelum memutuskan melaut.

Meski demikian, sebagian nelayan tetap memantau kondisi cuaca setiap hari dengan harapan situasi segera membaik. Mereka berharap gelombang laut kembali normal agar bisa kembali mencari nafkah seperti biasa.

Para nelayan menegaskan, keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Mereka memilih menahan diri untuk tidak melaut daripada menghadapi risiko besar di tengah cuaca ekstrem yang belum menunjukkan tanda-tanda membaik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....