Tradisi lebaran idul Fitri di China.

  • 23 Mar 2026 13:23 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Tradisi Lebaran di China sebenarnya tidak sama dengan perayaan Idul Fitri di negara mayoritas Muslim seperti Indonesia. Namun, karena ada komunitas Muslim yang cukup besar—terutama dari etnis Hui dan Uyghur—Idul Fitri tetap dirayakan dengan cara khas mereka.

Berikut beberapa tradisi Lebaran di China:

1. Shalat Id di Masjid

Umat Muslim di China melaksanakan shalat Idul Fitri di masjid, seperti di Masjid Niujie yang merupakan salah satu masjid tertua dan paling terkenal. Setelah shalat, mereka saling bermaafan seperti tradisi di Indonesia.

2. Berkumpul Keluarga

Setelah ibadah, keluarga berkumpul untuk makan bersama. Suasananya mirip Lebaran di Indonesia—hangat dan penuh silaturahmi.

3. Hidangan Khas Halal

Karena mayoritas Muslim di China menjaga makanan halal, mereka menyajikan makanan khas seperti:

Daging sapi atau kambing

Mi khas China versi halal

Roti tradisional dan kue-kue manis

Tidak ada ketupat seperti di Indonesia, tapi makanan tetap jadi bagian penting perayaan.

4. Mengenakan Pakaian Terbaik

Umat Muslim mengenakan pakaian bersih dan terbaik, sering kali berupa pakaian tradisional Islam atau pakaian khas etnis masing-masing.

5. Tradisi Sedekah

Memberi sedekah atau zakat fitrah juga dilakukan, sebagai bagian dari kewajiban sebelum Lebaran.

6. Tidak Jadi Libur Nasional

Berbeda dengan Indonesia, Idul Fitri bukan hari libur nasional di China. Jadi perayaannya lebih terbatas di komunitas Muslim saja.

Intinya, Lebaran di China tetap dirayakan dengan nilai yang sama—ibadah, silaturahmi, dan berbagi—meskipun nuansanya lebih sederhana dan tidak semeriah di negara mayoritas Muslim.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....