Kenapa Telur Puyuh Bercorak? Ini Penjelasan Ilmiahnya
- 27 Des 2025 23:33 WIB
- Bintuhan
KBRN, Bintuhan: Kalau kamu perhatikan, telur puyuh punya tampilan unik: kecil, dengan bercak-bercak cokelat, hitam, atau keabu-abuan di cangkangnya. Corak ini bukan sekadar hiasan alami, tapi punya alasan ilmiah di baliknya.
1. Pigmen Alami dari Tubuh Puyuh
Corak pada telur puyuh berasal dari pigmen alami bernama protoporfirin, yaitu senyawa yang juga berhubungan dengan pembentukan hemoglobin. Pigmen ini dikeluarkan saat telur berada di saluran reproduksi induk puyuh dan menempel di cangkang sebelum telur dikeluarkan.
Menurut Journal of Poultry Science, protoporfirin memberi warna cokelat kemerahan hingga hitam pada cangkang telur unggas tertentu, termasuk puyuh.
2. Sebagai Kamuflase Alami
Di alam liar, puyuh sering bertelur di tanah atau rerumputan. Corak bercak pada telur membantu menyamarkan telur dari predator, sehingga tidak mudah terlihat dan lebih aman.
National Geographic menjelaskan bahwa pola bercak pada telur burung berfungsi sebagai perlindungan alami agar telur tidak mudah dimangsa.
3. Dipengaruhi Faktor Genetik
Setiap puyuh bisa menghasilkan pola telur yang berbeda-beda. Ini dipengaruhi oleh genetik induknya, sehingga corak telur puyuh hampir tidak pernah sama persis antara satu telur dan lainnya.
4. Tidak Mempengaruhi Isi dan Gizi Telur
Banyak yang mengira telur dengan bercak lebih sehat atau sebaliknya. Faktanya, corak pada cangkang tidak memengaruhi rasa, kualitas, maupun kandungan gizi telur. Bagian dalam telur tetap sama kaya protein dan nutrisi.
Menurut US Department of Agriculture (USDA), warna dan pola cangkang telur tidak berpengaruh terhadap nilai gizi bagian dalam telur.