Permainan Tradisional Anak 90an yang Mulai Hilang
- 26 Nov 2025 05:53 WIB
- Bintuhan
KBRN, Bintuhan: Anak-anak yang tumbuh di era 90an pasti akrab dengan berbagai permainan tradisional. Mulai dari petak umpet, kelereng, lompat tali, layangan, hingga congklak. Permainan itu sederhana, tak butuh alat canggih, namun selalu meninggalkan kesan mendalam.
Keunikan permainan tradisional terletak pada kebersamaan. Hampir semua dimainkan berkelompok, sehingga anak-anak belajar bekerja sama, sabar menunggu giliran, bahkan berstrategi untuk menang. Selain itu, permainan ini juga melatih fisik dan kreativitas, misalnya saat membuat alat dari bahan seadanya, seperti karet gelang untuk lompat tali atau batok kelapa untuk egrang.
Namun, sejak hadirnya era digital, banyak permainan tradisional mulai tergerus. Anak-anak lebih sering bermain gawai dengan gim modern. Akibatnya, interaksi sosial berkurang dan permainan lama hanya tinggal kenangan bagi generasi sebelumnya.
Meski begitu, beberapa komunitas dan sekolah kini berusaha mengenalkan kembali permainan tradisional. Tujuannya agar anak-anak masa kini tetap bisa merasakan keseruan sederhana yang penuh makna dari permainan zaman dulu.
Menurut penelitian dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), permainan tradisional tidak hanya menghibur, tetapi juga mampu meningkatkan keterampilan motorik, sosial, dan emosional anak (Kemendikbud, 2018).
Pesan moral:
Permainan tradisional bukan hanya soal hiburan, tapi juga tentang kebersamaan, sportivitas, kreativitas, dan kesehatan. Di tengah era digital, alangkah baiknya jika kita sebagai orang tua, guru, atau kakak bisa kembali mengenalkan permainan ini. Dengan begitu, anak-anak masa kini tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga kaya pengalaman sosial dan budaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....