Jengkolan: Siapa yang Paling Berisiko?

  • 26 Nov 2025 05:24 WIB
  •  Bintuhan

KBRN, Bintuhan: Pernah makan jengkol lalu tiba-tiba perut nyeri, buang air kecil terasa sakit, bahkan urine berbau menyengat? Kondisi ini dikenal sebagai jengkolan. Penyebab utamanya adalah asam jengkolat, senyawa alami dalam jengkol yang sulit larut dan dapat membentuk kristal di saluran kemih. Kristal inilah yang memicu iritasi, nyeri, hingga sumbatan saat berkemih.

Menurut Journal of Tropical Medicine and Public Health, “asam jengkolat dapat mengkristal dalam urin dengan pH asam dan menyebabkan gangguan pada ginjal serta saluran kemih.” Risiko jengkolan meningkat bila jengkol dikonsumsi berlebihan, tidak diolah dengan benar, atau diminum tanpa cukup air. Orang dengan ginjal sensitif juga lebih rentan mengalami keluhan ini.

Selain cara memasak, kondisi tubuh berperan besar. Saat tubuh dehidrasi, konsentrasi asam jengkolat dalam urin lebih tinggi sehingga mudah membentuk kristal. Seperti dijelaskan oleh Kementerian Kesehatan RI, “konsumsi jengkol berlebihan tanpa diimbangi asupan cairan yang cukup dapat memicu gangguan kesehatan, terutama pada sistem kemih".

Intinya, jengkol boleh saja dinikmati, tapi bijaklah dalam porsi dan olahannya agar nikmatnya tak berubah jadi drama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....