Anak Tantrum, Cara Ampuh Mengatasinya

  • 19 Sep 2025 11:03 WIB
  •  Bintuhan

KBRN, Bintuhan: Tantrum adalah hal yang wajar dialami anak, terutama usia balita. Biasanya muncul karena anak belum bisa mengekspresikan emosi dengan kata-kata, jadi mereka melampiaskan lewat menangis keras, berguling, atau menjerit. Meski melelahkan,dikutip dari American Academy of Pediatrics – Temper Tantrums: What They Are and How to Handle Them (healthychildren.org), ada cara-cara bijak untuk membujuk anak agar lebih tenang.

1. Tetap Tenang, Jangan Ikut Emosi

Kunci utama menghadapi tantrum adalah orang tua harus bisa menahan diri. Kalau ikut marah, anak justru makin “meledak”. Tarik napas, beri waktu beberapa detik untuk menguasai diri sebelum menenangkan anak.

2. Dekati dengan Sentuhan

Kadang anak hanya butuh merasa aman. Coba peluk lembut, usap punggung, atau genggam tangannya. Sentuhan hangat bisa membuat anak merasa diperhatikan sehingga perlahan mereda.

3. Alihkan Perhatian

Kalau anak masih menolak tenang, coba alihkan dengan hal yang menarik, misalnya mainan kesukaan, lagu lucu, atau ajakan sederhana: “Yuk, kita lihat burung di luar jendela.” Cara ini bisa membantu memotong emosi negatifnya.

4. Validasi Perasaan Anak

Jangan langsung bilang “jangan nangis” atau “udah, itu nggak penting”. Sebaliknya, coba katakan: “Ayah/Ibu tahu kamu kesal karena mainannya jatuh.” Dengan begitu, anak merasa dimengerti dan lebih mudah diarahkan.

5. Beri Pilihan Sederhana

Anak sering tantrum karena merasa tidak punya kendali. Cobalah beri dua pilihan mudah, misalnya: “Mau minum air dulu atau duduk sama ibu?” Cara ini membuat anak merasa dihargai.

6. Konsisten dengan Batasan

Meski harus sabar, bukan berarti semua permintaan anak dituruti. Tetap beri batasan dengan lembut, misalnya: “Kalau kamu sudah tenang, kita bisa main lagi.” Konsistensi membuat anak belajar bahwa tantrum bukan cara untuk mendapatkan sesuatu.

Menghadapi tantrum memang butuh kesabaran ekstra. Dengan tetap tenang, memberi pelukan, mengalihkan perhatian, dan mendengarkan perasaan anak, orang tua bisa membantu si kecil belajar mengelola emosinya. Ingat, tantrum bukan tanda anak nakal, tapi bagian dari proses tumbuh kembang mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....