Dampak Negatif Scrolling Generation .
- 27 Jul 2025 10:44 WIB
- Bintuhan
KBRN Bintuhan: Istilah Scrolling Generation adalah digunakan untuk menggambarkan perilaku generasi muda yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan menggulir layar smartphone atau gadget refleksi dari perubahan zaman yang tidak bisa dihindari. Alih-alih menolaknya, malah kita kadang kala mengikuti setiap sajian konten yang di hadirkan oleh flatfom tersebut.
Scrolling Generation terjadi terhadap seseorang adalah Ketergantungan pada Smartphone
Hampir semua aktivitas, mulai dari hiburan hingga mencari informasi, dilakukan melalui ponsel, bukan hanya sebagai alat komunikasi, smartphone telah menjadi teman setia sepanjang hari, Durasi Layar yang Tinggi
Rata-rata generasi ini bisa menghabiskan 5–8 jam per hari di depan layar, sebagian besar hanya untuk menelusuri media sosial seperti TikTok, Instagram, atau YouTube Shorts. Rentang Konsentrasi Pendek
Terbiasa dengan konten cepat dan singkat, mereka cenderung memiliki tingkat fokus yang lebih pendek, sehingga sulit mempertahankan perhatian pada bacaan panjang atau tugas yang memerlukan konsentrasi tinggi. Dikutip dari berbagai sumbernya bacaa ada sejumlah risiko negatif yang perlu diperhatikan bagi seseorang yang melakukan scrolling:
1. Kecanduan Digital: Terlalu sering scrolling bisa menyebabkan kecanduan yang memengaruhi kesehatan mental dan fisik.
2. Gangguan Tidur: Paparan layar di malam hari bisa mengganggu kualitas tidur. Kebisingan Scrolling terlalu lama akan menunda jadwal tidur anda.
3. FOMO (Fear of Missing Out) yaitu Perasaan takut tertinggal tren atau berita terbaru bisa memicu stres dan kecemasan. Hal ini sangat memungkinkan berpengaruh terhadap rasa percaya diri dan perilaku seseorang.
4. Penurunan Produktivitas: Waktu yang dihabiskan untuk scrolling bisa mengganggu fokus belajar, bekerja, atau bersosialisasi di dunia nyata.
Cara Menyikapi Fenomena Ini
Agar tetap sehat secara digital, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
>Atur Waktu Layar: Gunakan fitur screen time untuk membatasi durasi penggunaan aplikasi tertentu.
> Detoks Digital Berkala: Luangkan waktu tanpa gadget, seperti digital detox day seminggu sekali.
> Konsumsi Konten Berkualitas: Pilih konten yang memberikan nilai tambah, bukan sekadar hiburan kosong.
> Perkuat Interaksi Sosial Nyata: Seimbangkan kehidupan digital dengan aktivitas nyata, seperti olahraga atau berkumpul bersama teman dan keluarga.
Scrolling Generation adalah refleksi dari perubahan zaman yang tidak bisa dihindari. Alih-alih menolaknya, penting bagi kita untuk memahami, mengelola, dan mendampingi generasi ini agar tetap sehat secara mental, fisik, dan sosial di tengah arus digital yang begitu deras.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....