Kenapa Disebut Tahi Lalat?

  • 24 Jul 2025 07:47 WIB
  •  Bintuhan

KBRN, Bintuhan: Tahi lalat adalah istilah umum yang digunakan masyarakat Indonesia untuk menyebut bintik kecil berwarna cokelat, hitam, atau kebiruan yang muncul di permukaan kulit. Namun, sebutan "tahi lalat" sebenarnya cukup unik dan menimbulkan pertanyaan: kenapa dinamakan demikian? Apakah ada hubungannya dengan lalat?

Asal Usul Istilah "Tahi Lalat"

Dikutip dari berbagai sumber, Secara harfiah, kata "tahi" dalam bahasa Indonesia berarti kotoran, sedangkan "lalat" adalah nama serangga. Namun, "tahi lalat" tidak benar-benar berasal dari kotoran lalat, melainkan hanya istilah tradisional yang merujuk pada bentuk dan warna bintik tersebut yang mirip seperti noda kecil gelap – seperti bekas yang ditinggalkan lalat.

Beberapa ahli bahasa dan budaya berpendapat bahwa:

Istilah ini muncul karena bentuknya yang kecil dan gelap, mengingatkan orang zaman dahulu pada kotoran lalat yang biasa terlihat di dinding atau kulit binatang.

Dalam bahasa Jawa, tahi lalat disebut “andheng-andheng”, yang artinya hampir serupa: bintik di kulit yang punya makna khas.

Di dalam bahasa Inggris sendiri, tahi lalat disebut "mole", yang berasal dari bahasa Latin "mola", berarti bintik atau noda.

Fakta Medis Tentang Tahi Lalat

Secara medis, tahi lalat disebut nevus pigmentosus. Ini adalah kumpulan sel melanosit (penghasil pigmen kulit) yang tumbuh bersama. Tahi lalat bisa muncul sejak lahir atau baru berkembang seiring usia, terutama akibat paparan sinar matahari.

Tahi lalat umumnya tidak berbahaya, namun perlu diawasi jika berubah bentuk, warna, atau ukuran karena bisa menjadi tanda melanoma, yaitu kanker kulit.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....