Bolehkah Makan Binatang Bulu Babi? Ini Penjelasannya

  • 29 Jun 2025 17:09 WIB
  •  Bintuhan

KBRN, Bintuhan: Bulu babi, atau dikenal juga dengan nama landak laut (sea urchin), adalah hewan laut berbentuk bulat dan berduri tajam. Di beberapa negara, bulu babi merupakan makanan laut yang dianggap lezat dan bergizi, terutama bagian gonad (organ reproduksi)-nya. Namun, apakah binatang ini boleh dikonsumsi? Jawabannya bergantung pada beberapa aspek, terutama agama, budaya, dan kesehatan.

1. Dalam Perspektif Islam

Dalam Islam, hukum memakan binatang laut telah dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadits. Allah berfirman:

“Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut...” (QS. Al-Maidah: 96)

Mayoritas ulama berpendapat bahwa semua hewan laut halal dimakan, baik yang hidup di air saja maupun yang tidak berdarah seperti kerang, cumi-cumi, dan termasuk bulu babi. Namun, ada juga sebagian ulama dari mazhab tertentu (seperti Mazhab Hanafi) yang membatasi hanya hewan laut tertentu yang boleh dimakan.

Kesimpulan: Menurut mayoritas ulama, bulu babi halal dimakan selama tidak membahayakan kesehatan dan diperoleh dengan cara yang baik.

2. Dalam Perspektif Kesehatan

Bulu babi mengandung berbagai nutrisi, seperti:

Protein tinggi

Asam lemak omega-3

Vitamin A dan E

Mineral seperti zinc dan magnesium

Namun, durinya sangat tajam dan beracun jika terkena kulit, terutama jika tertelan secara tidak sengaja. Oleh karena itu, hanya bagian dalam (gonad) yang dikonsumsi, bukan seluruh tubuhnya.

Kesimpulan: Dari sisi medis, bulu babi aman dikonsumsi jika diolah dengan benar, terutama oleh mereka yang tidak alergi terhadap makanan laut.

3. Dalam Perspektif Budaya dan Negara

Di Jepang (disebut "uni"), Korea, dan beberapa negara Eropa, bulu babi adalah makanan mahal dan eksotis. Di Indonesia, konsumsi bulu babi belum terlalu populer, namun bisa ditemukan di beberapa daerah pesisir.

Kesimpulan Akhir

Boleh saja makan bulu babi, terutama menurut pandangan mayoritas ulama Islam dan dari sisi medis, asalkan:

Bagian yang dikonsumsi aman (tidak memakan durinya)

Dimasak atau diolah dengan bersih

Tidak menimbulkan alergi

Namun, tetap perhatikan keyakinan agama, kesehatan pribadi, dan kebersihan saat mengonsumsinya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....