Sejarah Taponim Kotabaru Yogyakarta

  • 31 Mei 2026 21:39 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan- Berdirimya Kotabaru pada dasarnya merupakan konsekuensi dari pertumbuhan jumlah warga Belanda di Yogyakarta. Pertumbuhan warga Belanda di Yogyakarta ini disebebkan berkembangnya industri gula dan perkebunan lain, serta makin banyaknya kaum profesional yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan dan perdagangan.

Dari laman Bidang Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan bahwa Kotabaru dahulu dikenal dengan nama Niuwe Wijk dan berlokasi di sebelah timur Sungai Code. Untuk kepentingan perluasan lahan tersebut, maka Residen Canne mengajukan permohonan kepada Sri Sultan agar diberi tempat khusus bagi orang-orang Eropa di sebelah timur Sungai Code.

Permohonan tersebut dikabulkan oleh Sultan. Pengaturan pelaksanaan pembuatan hunian baru tersebut diatur dalam Rijksblaad van Sultanaat Djogjakarta No 12 tahun 1917. Adapun isinya antara lain mengatur pemberian lahan dan wewenang untuk membuat bangunan, jalan, taman dan perawatan.

Kawasan Kotabaru disamping sebagai tempat tinggal, juga ada fasilitas pendukung lainnya seperti fasilitas keagamaan. Fasilitas tersebut antara lain Gereja Kristen Gereformeerd Kerk, Gereja Katolik Santo Antonius Van Padua. Pada tahun 1922 orang-orang Belanda yang beragama Kristen membangun gedung Gereja Kristen Gereformeerd yang diresmikan pada tahun 1923.

Dengan demikian pada tahun 1923 di Kota Yogyakarta sudah ada dua gedung Gereja Kristen Gereformeerd, yang satu khusus untuk orang-orang Jawa yaitu GKJ Sawokembar Gondokusuman di Jalan Klitren Lor. Satu lagi untuk orang-orang Belanda yaitu Gereja Gereformeerd Kerk di Sultan Boulevard.

Pada tahun 1926 di kawasan Kotabaru berdiri Gereja Katolik Santo Antonius Van Padua. Sekarang Gereja ini dikenal dengan sebutan Gereja Santo Antonius. Sebelum Gereja Santo Antonius berdiri, kegiatan keagamaan orang-orang Belanda yang beragama Katolik dilaksanakan di rumah pribadi milik Perquin.

Di kawasan Kotabaru juga terdapat fasilitas kesehatan yaitu adanya rumah sakit yang bernama Zendings Ziekenhuis “Petronella” atau Rumah Sakit Petronella. Rumah Sakit Petronella dikenal oleh masyarakat dengan nama Rumah Sakit “Dokter Tulang”.

Pada tanggal 20 Mei 1899 dilakukan peletakan batu pertama pendirian rumah sakit. Pembangunan ini dipercayakan kepada A. Stuur. Pembangunan dapat diselesaikan dalam waktu 10 bulan dan pada tanggal 1 Maret 1900 dilakukan peresmian.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....