Mengenal Keunikan Tradisi Sengkure di Kabupaten Kaur
- 31 Mar 2026 11:01 WIB
- Bintuhan
Kabupaten Kaur, Bengkulu, memiliki tradisi unik yang hanya dapat disaksikan di momen Idul Fitri, yakni Sengkure. Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Lebaran di Kecamatan Nasal.
Sengkure dikenal sebagai perayaan budaya yang khas dan sarat makna bagi masyarakat setempat. Kehadirannya tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mencerminkan identitas budaya yang masih terjaga hingga kini.
Dalam pertunjukannya, Sengkure diperankan oleh seseorang yang seluruh tubuhnya dibalut ijuk atau serat pohon aren. Sementara itu, wajahnya ditutupi topeng yang terbuat dari tikar pandan, sehingga menciptakan sosok yang tampak menyeramkan namun tetap menghibur.
Tradisi ini hanya digelar satu kali dalam setahun, tepatnya pada 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri. Momen tersebut dimanfaatkan masyarakat sebagai bentuk perayaan sekaligus hiburan setelah menjalani ibadah puasa Ramadan.
Secara historis, Sengkure berasal dari kata “senggahamo” yang berarti besar, hitam, berbulu, dan menakutkan. Dahulu, sosok ini digunakan untuk menakuti anak-anak yang bermain hingga larut malam agar segera pulang ke rumah.
Seiring perkembangan zaman, fungsi Sengkure mengalami perubahan dan kini menjadi ajang halal bihalal. Tradisi ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antar warga desa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....