Tradisi Ibatan pada Hajatan di Padang Guci Diharapkan Terjaga kelestariannya
- 29 Mar 2026 14:12 WIB
- Bintuhan
Kabupaten Kaur dikenal memiliki ragam tradisi unik masih terjaga di tengah masyarakat. Salah satunya adalah kebiasaan memberikan ibatan kepada tamu undangan saat menggelar pesta hajatan yang masih kerap kita temukan di suku Besemah di Padang Guci.
Ibatan merupakan aneka kue ringan yang dikemas dalam bungkusan kecil. Sajian ini menjadi bagian penting dalam rangkaian acara hajatan masyarakat setempat.
Biasanya, ibatan diberikan bersama cendera mata lainnya ketika tamu berpamitan meninggalkan lokasi acara. Tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun dan tetap dilestarikan hingga saat ini.
Bagi masyarakat Padang Guci, pemberian ibatan menjadi bentuk ungkapan terima kasih atas kehadiran tamu undangan. Seperti diceritakan oleh Nazarudin, salah satu tokoh masyarakat setempat, saat menghadiri hajatan.
“Tradisi menyediakan ibatan pada masyarakat Padang Guci merupkan warisan turun temurun sejak nenek moyang kita. Hingga kini tradisi ini masih tetap lestari, meskipun banyak masyarakat yang mengganti kemasan ibatan dengan kemasan kekinian, dan isinya pun kadang diganti dengan aneka jajanan modern,” tutur Nazarudin, kepada RRI usai menghadiri pesta hajatan di Kecamatan Kelam Tengah, Minggu, 29 maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa tradisi ibatan sudah ada sejak zaman leluhur dan masih bertahan hingga sekarang. Menurutnya, ibatan menjadi simbol rasa syukur dan penghormatan dari tuan rumah kepada para tamu.
Bagi para tamu undangan, ibatan yang diterima sering kali dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Kue-kue tersebut kemudian diberikan kepada anak dan keluarga di rumah.
Seiring perkembangan zaman, kemasan ibatan kini mengalami perubahan menjadi lebih modern. Meski demikian, masyarakat berharap tradisi ini tetap lestari sebagai ciri khas budaya suku Besemah di Padang Guci.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....