Mengenal Tradisi dan Kearifan Lokal di Bengkulu yang Menarik dan Masih Lestari

  • 28 Mar 2026 07:41 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Provinsi Bengkulu menyimpan beragam tradisi dan kearifan lokal yang hingga kini tetap lestari di tengah arus modernisasi. Tradisi-tradisi ini tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga mencerminkan nilai religius, gotong royong, serta penghormatan terhadap alam dan leluhur.

Keberagaman budaya tersebut tercermin dalam sejumlah ritual dan kesenian yang masih dijalankan secara turun-temurun oleh masyarakat. Mulai dari upacara keagamaan hingga tradisi berbasis kehidupan agraris, semuanya menjadi bagian penting dari kehidupan sosial warga Bengkulu.

Salah satu tradisi paling ikonik adalah Upacara Tabot yang digelar setiap 10 Muharram di Kota Bengkulu. Tradisi ini merupakan bentuk penghormatan terhadap kisah kepahlawanan Husein bin Ali, cucu Nabi Muhammad SAW, dengan puncak acara berupa arak-arakan bangunan Tabot.

Selain itu, masyarakat Suku Serawai memiliki tradisi unik bernama Ronjok Sayak. Tradisi ini dilakukan dengan membakar tumpukan batok kelapa pada malam takbiran sebagai simbol penyucian diri sekaligus memeriahkan datangnya Idul Fitri.

Di bidang seni, Tari Andun menjadi representasi budaya masyarakat Bengkulu, khususnya di wilayah Bengkulu Selatan dan Kaur. Tarian ini biasanya dibawakan oleh para pemuda dan pemudi dalam pesta pernikahan atau perayaan panen sebagai simbol kegembiraan dan kebersamaan.

Sementara itu, masyarakat Rejang di Kepahiang masih menjaga tradisi Semgoa Pai sebagai bentuk penghormatan terhadap padi. Upacara ini dilakukan melalui prosesi doa dan pemberian sesajen sebagai ungkapan syukur atas hasil panen serta harapan akan keberkahan di masa mendatang.

Di sektor kerajinan, Kain Besurek menjadi warisan budaya yang terus dipertahankan. Kain khas ini memiliki motif kaligrafi Arab yang dipadukan dengan ornamen lokal seperti relung paku dan bunga rafflesia.

Kain Besurek tidak hanya berfungsi sebagai produk kerajinan, tetapi juga memiliki nilai simbolik dalam kehidupan masyarakat Bengkulu. Hingga kini, kain tersebut kerap digunakan dalam acara resmi maupun kegiatan adat sebagai bagian dari identitas daerah.

Keberlangsungan berbagai tradisi ini menunjukkan kuatnya komitmen masyarakat Bengkulu dalam menjaga warisan budaya. Di tengah perkembangan zaman, kearifan lokal tersebut tetap hidup dan menjadi daya tarik tersendiri, baik bagi generasi muda maupun wisatawan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....