Inilah Alasanya, Anak Memiliki Perasaan Bahagia saat Diberi Permen
- 30 Sep 2026 18:53 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID,Bintuhan- Permen atau makanan manis sering kali menjadi sesuatu yang menarik bagi anak-anak dan dapat menimbulkan perasaan senang ketika mereka mendapatkannya. Dari sisi psikologis, rasa senang tersebut berkaitan dengan sistem penghargaan atau reward system yang berkembang sejak masa kanak-kanak.
Penelitian yang dipublikasikan melalui PubMed menunjukkan bahwa anak-anak dapat memberikan respons terhadap perolehan makanan manis sebagai sebuah bentuk penghargaan. Studi terhadap anak usia 7 hingga 11 tahun menemukan adanya respons pada sistem saraf yang berkaitan dengan pemberian dan kehilangan hadiah berupa permen.
Rasa manis sendiri termasuk salah satu rangsangan yang secara alami memiliki nilai penghargaan bagi manusia. Kajian yang terindeks di PubMed menjelaskan bahwa makanan merupakan salah satu natural reward dan rasa manis dapat mengaktifkan mekanisme otak yang berhubungan dengan penghargaan, perhatian, dan pembelajaran.
| Baca juga: Hilangkan Stres: Liburan ke Pantai |
Selain rasa manis, situasi ketika permen diberikan juga dapat memengaruhi pengalaman emosional anak. Ketika permen diberikan setelah anak melakukan sesuatu yang dianggap baik, makanan tersebut dapat diasosiasikan dengan pengalaman positif sehingga nilainya di mata anak menjadi lebih tinggi.
Hal itu didukung penelitian terhadap 214 anak sekolah dasar yang menemukan bahwa anak yang menerima makanan manis sebagai hadiah setelah mengerjakan tugas kemudian memberikan penilaian lebih tinggi terhadap makanan tersebut dibandingkan anak yang mendapatkannya tanpa syarat. Penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal ilmiah dan tersedia melalui PubMed Central, sehingga hasilnya dapat ditelusuri oleh masyarakat.
Psikolog dari Penn State University, Leann L. Birch, juga menjelaskan dalam publikasi American Psychological Association (APA) bahwa anak belajar mengenai makanan melalui konteks dan pengalaman ketika mereka makan. “Children learn what to eat,” kata Birch, menekankan bahwa pengalaman dan lingkungan dapat ikut membentuk cara anak memandang makanan.
Meski demikian, rasa bahagia ketika menerima permen tidak berarti setiap anak pasti memiliki respons emosional yang sama terhadap makanan manis. Faktor usia, pengalaman, kondisi lapar atau kenyang, serta konteks pemberian makanan dapat memengaruhi respons anak terhadap makanan dan penghargaan.
Karena itu, pemberian permen kepada anak sebaiknya tidak selalu dijadikan hadiah utama untuk perilaku baik atau pencapaian tertentu. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan makanan manis sebagai penghargaan dapat meningkatkan nilai atau daya tarik makanan tersebut bagi anak, sehingga orang tua dan pendidik dapat mempertimbangkan bentuk apresiasi lain seperti pujian, perhatian, aktivitas bersama, atau hadiah nonmakanan.
Suber: American Psychological Association (AP
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....