Talenan Kayu Menghitam, Apakah Masih Aman Digunakan?
- 30 Sep 2026 06:54 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bengkulu - Penggunaan talenan kayu di dapur sering kali mengalami perubahan warna menjadi kehitaman seiring berjalannya waktu. Kondisi ini kerap memicu kekhawatiran masyarakat terkait keamanan dan kebersihan bahan pangan yang diolah di atasnya.
Bercak hitam pada permukaan kayu umumnya disebabkan oleh penumpukan kelembapan yang memicu pertumbuhan jamur mikro. Selain itu, sisa makanan yang meresap ke dalam pori-pori kayu yang terluka juga mempercepat proses perubahan warna tersebut.
Pakar kesehatan lingkungan mengingatkan bahwa penggunaan talenan yang telah berjamur berisiko mengontaminasi bahan makanan segar. Bakteri berbahaya dapat bersarang dan berkembang biak di dalam retakan kayu yang lembap.
Meskipun demikian, tidak semua noda hitam menandakan bahwa talenan kayu harus langsung dibuang ke tempat sampah. Jika perubahan warna hanya berupa oksidasi ringan atau noda luar, peralatan dapur tersebut masih dapat dibersihkan secara menyeluruh.
Pembersihan dapat dilakukan dengan menggosok permukaan kayu menggunakan campuran garam kasar dan perasan lemon. Bahan alami ini efektif mengangkat noda membandel sekaligus membunuh kuman mikroba yang menempel di permukaan.
Namun, apabila noda hitam sudah menembus serat kayu paling dalam dan diiringi bau tak sedap, talenan wajib diganti. Pori-pori kayu yang sudah lapuk tidak akan bisa disterilkan sepenuhnya hanya dengan dicuci biasa.
Untuk mencegah kerusakan serupa, masyarakat diimbau untuk selalu mengeringkan talenan kayu secara tegak di area berangin. Melapisi permukaan kayu dengan minyak mineral khusus makanan secara berkala juga dapat menahan penyerapan air.
Dengan perawatan yang tepat, ketahanan serta kebersihan talenan kayu di rumah dapat terus terjaga dengan baik. Langkah pencegahan sederhana ini sangat penting demi melindungi kesehatan seluruh anggota keluarga dari risiko penyakit.
Sumber: United States Department of Agriculture (USDA) Food Safety and Inspection Service – Cutting Boards and Food Safety Guidelines
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....