Ethiopia Punya 13 Bulan Setahun, Kok Bisa?

  • 28 Sep 2026 22:08 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Saat sebagian besar dunia memasuki tahun 2026, Ethiopia justru menunjukkan angka tahun yang berbeda. Fakta ini sering memunculkan anggapan bahwa negara di Afrika Timur tersebut "tertinggal" sekitar tujuh hingga delapan tahun dari negara lain.

Namun, anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Perbedaan tersebut bukan karena Ethiopia berada di masa lalu, melainkan karena negara itu menggunakan sistem kalender yang berbeda dari kalender Gregorian yang dipakai oleh sebagian besar negara di dunia.

Mengutip Encyclopaedia Britannica, Ethiopia menggunakan Kalender Ethiopia atau Ethiopian Calendar yang berasal dari tradisi Kalender Koptik. Sistem ini memiliki cara perhitungan tahun yang berbeda sehingga angka tahunnya tidak sama dengan kalender Gregorian.

Salah satu keunikan kalender Ethiopia adalah jumlah bulannya yang mencapai 13 bulan dalam satu tahun. Dua belas bulan pertama masing-masing terdiri dari 30 hari, sedangkan bulan ke-13 yang disebut Pagume memiliki lima hari pada tahun biasa dan enam hari pada tahun kabisat.

Meski memiliki 13 bulan, jumlah hari dalam setahun tetap sama seperti kalender yang digunakan secara internasional. Totalnya tetap 365 hari pada tahun biasa dan 366 hari pada tahun kabisat.

Lalu mengapa tahunnya berbeda sekitar tujuh hingga delapan tahun? Menurut penjelasan Encyclopaedia Britannica dan sejumlah sumber sejarah gereja kuno, perbedaan tersebut berasal dari perhitungan yang berbeda mengenai waktu kelahiran Yesus Kristus.

Akibat perbedaan sistem penanggalan itu, angka tahun dalam kalender Ethiopia berada sekitar tujuh hingga delapan tahun di belakang kalender Gregorian. Namun, perbedaan tersebut hanya menyangkut sistem pencatatan waktu dan tidak berarti Ethiopia tertinggal dalam perkembangan zaman.

Keunikan lainnya, Tahun Baru Ethiopia atau Enkutatash tidak dirayakan pada 1 Januari. Perayaan tahun baru biasanya jatuh pada 11 September dalam kalender Gregorian, atau 12 September pada tahun sebelum tahun kabisat Gregorian.

Mengutip kantor pariwisata Ethiopia dan berbagai referensi sejarah, kalender ini masih digunakan secara resmi dalam administrasi pemerintahan, pendidikan, kegiatan keagamaan, hingga kehidupan sehari-hari masyarakat Ethiopia.

Karena itu, ketika kalender Ethiopia menunjukkan tahun yang berbeda, masyarakatnya bukan hidup tujuh tahun di masa lalu. Mereka hanya menggunakan sistem kalender yang memiliki sejarah dan perhitungan waktu yang berbeda dari kalender yang digunakan sebagian besar dunia saat ini.

Fakta unik ini menunjukkan bahwa cara manusia menghitung waktu tidak selalu sama. Bahkan di era modern, masih ada negara yang mempertahankan kalender berusia ribuan tahun dan menggunakannya sebagai bagian dari identitas nasionalnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....