Penyebab Perburuan Masif Sisik Trenggiling dan Dampaknya

  • 19 Sep 2026 09:05 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bengkulu - Trenggiling merupakan salah satu mamalia yang paling banyak diselundupkan di dunia akibat tingginya permintaan sisik di pasar gelap. Permintaan tersebut sebagian besar didorong oleh kepercayaan masyarakat pada pengobatan tradisional di sejumlah negara Asia.

Padahal, sisik trenggiling terbentuk dari zat keratin yang secara kimiawi sama dengan kuku manusia dan tanduk ternak. Berbagai penelitian medis telah membuktikan bahwa tidak ada kandungan obat atau khasiat penyembuhan pada sisik hewan tersebut.

Nilai Ekonomi Tinggi di Pasar Gelap

Harga jual sisik trenggiling yang sangat tinggi di pasar gelap internasional menjadi pendorong utama maraknya perburuan liar. Jaringan kejahatan terorganisir memanfaatkan tingginya margin keuntungan ini untuk terus mengeksploitasi populasi trenggiling.

Para penyelundup menggunakan jalur perdagangan rahasia dan modus pemalsuan dokumen untuk mengelabui petugas di perbatasan internasional. Transaksi ilegal yang terus berlangsung membuat upaya pengentasan perburuan liar menghadapi tantangan yang sangat berat.

Ancaman terhadap Keseimbangan Ekosistem

Perburuan yang terjadi secara masif tanpa kendali telah menempatkan seluruh spesies trenggiling dalam ancaman kepunahan. Penurunan populasi yang drastis ini berdampak buruk terhadap keanekaragaman hayati dan fungsi lingkungan.

Trenggiling berperan penting sebagai pengendali alami populasi serangga seperti semut dan rayap di kawasan hutan. Hilangnya trenggiling dapat menyebabkan ledakan populasi hama yang merusak tanaman serta struktur tanah.

Perlindungan Hukum dan Langkah Konservasi

Organisasi perdagangan internasional telah memasukkan trenggiling ke dalam daftar perlindungan tertinggi guna melarang seluruh transaksi komersial. Namun demikian, praktik perburuan ilegal masih kerap ditemukan karena minimnya pengawasan di kawasan hutan pedalaman.

Edukasi publik mengenai fakta ilmiah sisik trenggiling serta penegakan hukum yang tegas menjadi kunci utama menyelamatkan spesies ini. Seluruh pihak harus bekerja sama agar trenggiling tidak hilang sepenuhnya dari alam liar.

Sumber

  • International Union for Conservation of Nature Red List
  • Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....