Bukan Bunglon, Kura-Kura Ini Bisa Mengubah Warna Kepalanya Sendiri

  • 19 Sep 2026 09:20 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kura-kura beluku merupakan salah satu spesies reptil air tawar yang memiliki keunikan biologis sangat langka. Hewan yang mendiami kawasan perairan Asia Tenggara ini dikenal luas karena kemampuan perubahan fisik jantan yang drastis.

Perubahan fisik paling mencolok terjadi pada bagian kepala kura-kura beluku jantan saat memasuki musim kawin. Warna kulit di area kepala dan leher yang semula pucat dapat berubah menjadi hitam legam dalam waktu singkat.

Mekanisme Perubahan Warna Kepala

Transformasi warna kepala tersebut dipicu oleh lonjakan hormon reproduksi ketika musim berbiak dimulai. Perubahan pigmen ini berfungsi sebagai sinyal visual utama untuk menarik perhatian kura-kura betina di dalam air.

Selain warna kulit, bagian iris mata kura-kura beluku jantan juga mengalami intensifikasi warna yang sangat kontras. Kombinasi warna mata yang terang dan kepala yang gelap menciptakan tampilan unik yang berbeda dari spesies kura-kura lain.

Ekologi dan Pola Perilaku

Spesies yang sering ditemukan di kawasan estuari dan hutan bakau ini menghabiskan sebagian besar waktunya di aliran sungai berarus tenang. Mereka sangat bergantung pada vegetasi sekitar untuk berlindung sekaligus mencari pasokan makanan utama berupa buah bakau.

Setiap kali musim berbiak berakhir, warna kepala kura-kura beluku jantan secara perlahan akan kembali ke warna semula. Proses pemulihan warna kulit ini berlangsung secara alami seiring dengan menurunnya kadar hormon dalam tubuh.

Saat ini populasi kura-kura beluku berada dalam status terancam punah akibat eksploitasi berlebihan dan kerusakan habitat pesisir. Upaya konservasi serta penangkaran terus dilakukan oleh para peneliti guna menyelamatkan spesies unik ini dari ancaman kepunahan.

Informasi mengenai morfologi dan biologi reproduksi spesies ini dirujuk dari jurnal penelitian herpetologi Asia Tenggara serta publikasi IUCN Red List of Threatened Species. Data ilmiah tersebut mengonfirmasi bahwa perubahan warna kepala merupakan bentuk adaptasi seleksi seksual yang khas pada spesies tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....