Dinkes Kota Bengkulu Imbau Warga Waspadai Dampak Debu Vulkanik Krakatau

  • 07 Sep 2026 08:04 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bengkulu – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi paparan debu atau abu vulkanik Gunung Krakatau yang dapat terbawa angin ke wilayah sekitar Sumatera. Masyarakat diminta mengutamakan perlindungan saluran pernapasan dan mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi.

Debu vulkanik yang terhirup dapat menimbulkan gangguan kesehatan, mulai dari batuk, pilek, iritasi tenggorokan hingga sesak napas. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian lebih, terutama bagi balita, lanjut usia, ibu hamil serta masyarakat yang memiliki riwayat asma, ISPA maupun penyakit paru kronis.

Kepala Dinkes Kota Bengkulu Nelli Hartati, SKM., MM mengingatkan masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah agar menggunakan masker sebagai pelindung pernapasan. “Lindungi saluran nafas dengan masker, lindungi sumber air, dan tetap tenang,” demikian pesan kunci dalam imbauan kesehatan Dinkes Kota Bengkulu.

Selain masker, masyarakat juga disarankan menggunakan kacamata atau goggle untuk melindungi mata dari paparan partikel debu. Pakaian berlengan panjang dan penutup kepala juga dapat digunakan, sementara aktivitas di luar rumah sebaiknya dibatasi apabila kondisi udara mulai dipengaruhi debu vulkanik.

Untuk perlindungan di dalam rumah, warga diminta menutup pintu dan jendela serta menutup celah yang memungkinkan debu masuk. Pembersihan debu sebaiknya dilakukan menggunakan lap basah dan tidak dengan cara menyapu kering agar partikel debu tidak kembali beterbangan di udara.

Dinkes juga mengingatkan kelompok rentan agar lebih berhati-hati dan mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi berdebu. Bagi penderita asma atau gangguan pernapasan, obat rutin maupun obat hirup perlu dipastikan tersedia, sedangkan warga yang mengalami sesak napas berat, batuk darah atau demam diminta segera mendapatkan pemeriksaan di Puskesmas terdekat.

Masyarakat juga diminta memperhatikan kebersihan sumber air dan makanan apabila terjadi paparan abu vulkanik. Air yang diduga terkena abu tidak dianjurkan langsung digunakan untuk minum atau memasak sebelum melalui proses penyaringan dan dimasak, sementara sayuran serta buah harus dicuci bersih sebelum dikonsumsi.

Imbauan juga diberikan kepada pengendara agar lebih berhati-hati apabila jarak pandang menurun akibat debu dan kondisi jalan menjadi licin. Dinkes mengajak masyarakat tidak panik maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, melainkan mengikuti perkembangan dari PVMBG, BMKG, BPBD dan instansi resmi lainnya.

Selain kesehatan manusia, masyarakat diminta memperhatikan dampak debu terhadap pertanian dan peternakan dengan membersihkan bahan pangan secara baik serta menyediakan pakan dan air minum ternak dalam kondisi terlindungi. Untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan kelistrikan, warga juga disarankan menyiapkan lampu darurat sebagai langkah kesiapsiagaan.

Dinkes Kota Bengkulu menegaskan, kewaspadaan tidak berarti masyarakat harus panik, tetapi perlu diikuti dengan langkah perlindungan yang tepat. “Lindungi saluran nafas dengan masker, lindungi sumber air, dan tetap tenang,” menjadi pesan penting bagi warga Kota Bengkulu dan sekitarnya selama masyarakat mengikuti informasi resmi terkait kondisi Gunung Krakatau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....