Jangan Asal Minum Obat, Apoteker Ingatkan Pentingnya Pahami Aturan Pakai

  • 31 Agt 2026 18:03 WIB
  •  Bintuhan

RrI.CO.ID, Bengkulu - Kebiasaan mengonsumsi obat tanpa memahami aturan pakai masih perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama ketika obat digunakan untuk mengatasi keluhan kesehatan sehari-hari. Padahal, setiap obat memiliki dosis, cara penggunaan, waktu konsumsi, serta batas lama penggunaan yang perlu diperhatikan agar manfaat pengobatan dapat diperoleh secara optimal.

Apoteker mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan obat sebagai pilihan yang dikonsumsi sembarangan hanya karena pernah digunakan sebelumnya atau mendapat rekomendasi dari orang lain. Penggunaan obat yang tidak sesuai kebutuhan dapat meningkatkan risiko efek samping, interaksi antarobat, hingga membuat pengobatan tidak efektif.

Asisten pendamping Apoteker RS. Raflrsia Rendri Adi menjelaskan, obat bukan seperti makanan atau minuman yang dapat dikonsumsi kapan saja tanpa memperhatikan aturan. Kementerian Kesehatan juga menegaskan bahwa penggunaan obat harus memperhatikan ketepatan indikasi, dosis, cara penggunaan, serta lama pemberian.

Menurut Rendri Adi, masyarakat yang melakukan pengobatan mandiri atau swamedikasi tetap perlu memahami jenis obat yang digunakan, termasuk membaca informasi pada kemasan dan memperhatikan batas penggunaannya. Jika masyarakat masih ragu mengenai dosis, aturan minum, efek samping, atau kemungkinan interaksi dengan obat lain, konsultasi dengan apoteker menjadi langkah yang penting.

Penggunaan obat juga perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang karena respons tubuh terhadap obat dapat berbeda. Apoteker dapat membantu memberikan informasi mengenai manfaat obat, cara penggunaan, efek samping, durasi pemakaian, hingga kapan seseorang perlu menghentikan penggunaan obat dan mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Khusus obat tertentu seperti antibiotik, masyarakat diminta tidak membeli atau menggunakannya tanpa rekomendasi tenaga kesehatan. Kementerian Kesehatan mengingatkan bahwa penggunaan antibiotik yang tidak tepat, termasuk dari sisi dosis dan lama pemakaian, dapat berkontribusi terhadap terjadinya resistensi antibiotik.

Selain memperhatikan aturan konsumsi, masyarakat juga perlu memastikan obat diperoleh dari tempat yang terpercaya dan terdaftar secara resmi. Kemenkes menganjurkan masyarakat menerapkan prinsip DAGUSIBU, yakni Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan benar agar keamanan dan mutu obat tetap terjaga.

Apoteker juga mengingatkan agar masyarakat tidak menggunakan obat yang sudah lama tersimpan di rumah tanpa terlebih dahulu memeriksa nama obat, kondisi kemasan dan tanggal kedaluwarsa. Obat yang sudah tidak diperlukan sebaiknya tidak digunakan kembali hanya karena memiliki keluhan yang dianggap sama dengan penyakit sebelumnya.

Kesadaran untuk menggunakan obat secara tepat menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan pasien dan mencegah munculnya masalah kesehatan baru. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak ragu bertanya kepada apoteker atau tenaga kesehatan sebelum menggunakan obat, terutama jika keluhan tidak membaik, semakin berat, atau muncul reaksi yang tidak diinginkan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....