Manfaat Konsumsi Ikan Gabus untuk Penyembuhan Luka

  • 31 Agt 2026 18:08 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Ikan gabus atau Channa striata sejak lama dipercaya masyarakat dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka, termasuk luka setelah menjalani operasi. Kepercayaan tersebut ternyata memiliki dasar ilmiah tertentu, meski manfaatnya tidak berarti ikan gabus dapat menggantikan perawatan medis setelah tindakan pembedahan.

Ikan gabus diketahui mengandung protein, asam amino, asam lemak, serta sejumlah mineral yang dibutuhkan tubuh dalam proses pemulihan. Salah satu komponen yang sering menjadi perhatian adalah albumin, yaitu protein penting dalam tubuh yang berkaitan dengan status nutrisi dan berbagai proses fisiologis.

Bukti mengenai potensi ikan gabus dalam penyembuhan luka juga telah diteliti pada manusia. Sebuah uji klinis teracak terhadap 102 pasien yang menjalani operasi elektif meneliti penggunaan ekstrak Channa striata setelah operasi dan membandingkannya dengan plasebo, dengan penilaian dilakukan selama beberapa minggu setelah tindakan.

Penelitian lain dilakukan pada perempuan setelah operasi sesar dengan memberikan ekstrak Channa striata dan membandingkannya dengan plasebo selama enam minggu. Studi tersebut secara khusus mengevaluasi sejumlah parameter terkait kondisi rahim, pembuluh darah luka kulit, dan proses pemulihan setelah operasi.

Tinjauan sistematis yang lebih baru juga memberikan gambaran bahwa Channa striata memiliki kandungan albumin dan berbagai asam amino yang secara biologis berpotensi mendukung proses penyembuhan luka. Namun, dari 22 penelitian yang memenuhi kriteria tinjauan tersebut, sebagian besar masih berupa penelitian komposisi dan praklinis, sementara penelitian klinis pada manusia masih terbatas.

Artinya, anggapan bahwa ikan gabus sama sekali tidak memiliki dasar ilmiah adalah kurang tepat, tetapi menyebut konsumsi ikan gabus sebagai cara yang pasti mempercepat penyembuhan semua jenis luka operasi juga belum dapat dibenarkan. Penelitian yang tersedia menunjukkan potensi manfaat, tetapi efektivitasnya dapat dipengaruhi kondisi pasien, jenis operasi, status gizi, bentuk sediaan yang digunakan, serta jumlah konsumsi.

Penelitian PubMed mengenai komposisi asam amino dan asam lemak ikan gabus juga menemukan adanya kandungan nutrisi yang secara teoritis dapat berperan dalam proses penyembuhan luka. Namun, penelitian tersebut tidak secara langsung membuktikan bahwa mengonsumsi ikan gabus akan mempercepat penyembuhan luka pada pasien setelah operasi.

Selain itu, kadar albumin dalam tubuh tidak dapat dijadikan alasan untuk menganggap semakin banyak mengonsumsi sumber albumin pasti semakin cepat luka sembuh. Penelitian pada pasien pascaoperasi juga menunjukkan bahwa hubungan antara kadar albumin, pemberian albumin, dan penyembuhan luka cukup kompleks sehingga tidak tepat menyederhanakannya menjadi satu jenis makanan sebagai solusi utama.

Karena itu, ikan gabus lebih tepat dipandang sebagai salah satu sumber makanan berprotein yang dapat menjadi bagian dari pola makan selama masa pemulihan, bukan sebagai obat khusus untuk luka operasi. Pasien tetap perlu mengikuti instruksi dokter mengenai perawatan luka, obat-obatan, aktivitas fisik, kontrol pascaoperasi, dan kebutuhan nutrisi selama masa penyembuhan.

Sumber: Sahid NA, dkk. Snakehead Consumption Enhances Wound Healing? From Tradition to Modern Clinical Practice: A Prospective Randomized Controlled Trial. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine. Penelitian RCT pada pasien pascaoperasi.

PubMed Central (PMC)

Jurnal penelitian tentang ekstrak Channa striatus pada perempuan setelah operasi sesar, dengan desain randomized double-blind placebo-controlled

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....