ternyata Ubi Bisa Padamkan Karhutla? Kok Bisa?!
- 31 Agt 2026 05:53 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bengkulu - Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Indonesia kini memasuki babak baru dengan hadirnya metode inovatif bernama ubi bombing. Teknik ramah lingkungan ini memanfaatkan material berbasis pati pangan lokal sebagai bahan pemadam utama dari udara.
Metode ubi bombing dirancang khusus untuk mengatasi keterbatasan teknik water bombing konvensional yang kerap dinilai kurang efektif pada lahan gambut. Bahan gel alami dari ubi mampu meresap lebih dalam ke bawah permukaan tanah sehingga mencegah munculnya kembali titik api.
Cara Kerja dan Efektivitas Ubi Bombing
Prosedur ubi bombing dilakukan dengan menjatuhkan bom cairan kental berbasis pati ubi dari pesawat pengebom air ke area pusat kebakaran. Cairan kental ini secara efektif mengisolasi oksigen dan menahan kelembapan tanah jauh lebih lama dibandingkan air biasa.
Tingkat penguapan bahan berbasis ubi ini relatif sangat rendah saat terkena suhu panas yang ekstrem. Alhasil, volume pemadaman yang dibutuhkan menjadi lebih hemat serta mengurangi frekuensi bolak-balik armada udara.
Efisiensi Biaya dan Keunggulan Ekologis
Dari sisi anggaran, penggunaan bahan baku lokal berupa ubi dinilai mampu menekan biaya operasional penanggulangan bencana kebakaran secara signifikan. Tim pemadam kebakaran tidak lagi sepenuhnya bergantung pada retardan kimia impor yang berharga mahal.
Selain efisien secara finansial, material ubi bombing bersifat terurai hayati (biodegradable) sehingga tidak merusak ekosistem tanah maupun sumber air sekitar. Sisa-sisa material yang tertinggal justru dapat menjadi bahan organik yang menyuburkan kembali lahan pascakebakaran.
Masa Depan Mitigasi Bencana di Indonesia
Sejumlah pakar lingkungan mendukung penuh pengembangan teknologi ubi bombing ini agar siap diterapkan secara masal di daerah rawan karhutla. Pengujian skala luas terus dilakukan guna memastikan konsistensi dan efektivitas daya padamnya di berbagai jenis vegetasi.
Inovasi lokal ubi bombing membuktikan bahwa komoditas pertanian sederhana mampu menjadi solusi cerdas bagi ancaman krisis iklim. Keberhasilan metode ini diharapkan dapat menginspirasi negara tetangga dalam mengadopsi teknik pemadaman berbasis bahan alami.
Sumber
- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB): Laporan Evaluasi Teknologi Mitigasi Pemadaman Udara Karhutla.
- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK): Kajian Material Bio-retardan Organik untuk Pengendalian Kebakaran Lahan Gambut.
- Jurnal Riset Teknologi Lingkungan & Kehutanan: Efektivitas Hydrogel Berbasis Pati Singkong/Ubi sebagai Retardan Api dalam Penanggulangan Karhutla.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....