Bukan Cuma Plastik, Ini Sampah yang Sulit Terurai

  • 29 Agt 2026 15:40 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Setiap hari, berbagai jenis sampah dihasilkan dari aktivitas rumah tangga maupun kegiatan masyarakat. Namun, tidak semua sampah mudah terurai secara alami dan sebagian dapat bertahan lama di lingkungan.

Salah satu jenis sampah yang paling banyak menjadi perhatian adalah plastik, karena digunakan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari. Melansir laman United Nations Environment Programme (UNEP), plastik tidak mengalami biodegradasi seperti bahan organik, tetapi dapat terpecah menjadi mikroplastik dan nanoplastik.

Botol plastik, kantong belanja, kemasan makanan, hingga berbagai produk sekali pakai menjadi bagian dari sampah yang sulit dikelola. Menurut UNEP, lebih dari 280 juta ton produk plastik berumur pendek menjadi sampah setiap tahunnya.

Styrofoam juga menjadi salah satu jenis sampah yang perlu mendapat perhatian karena sulit ditangani setelah digunakan. Kemasan berbahan plastik tersebut dapat menjadi bagian dari pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.

Selain itu, terdapat kemasan makanan multilapis yang terdiri dari beberapa jenis material sekaligus. Melansir UNEP, kombinasi berbagai material dalam satu produk dapat menjadi tantangan dalam proses pengelolaan dan daur ulang sampah.

Berikutnya adalah pakaian berbahan sintetis, seperti polyester, akrilik, dan nilon yang banyak digunakan dalam industri tekstil. Menurut UNEP, bahan plastik pada pakaian dapat melepaskan serat mikroplastik ketika pakaian digunakan atau dicuci.

UNEP menyebut sekitar 60 persen bahan pakaian terdiri dari plastik, termasuk polyester, akrilik, dan nilon. Organisasi tersebut juga memperkirakan pakaian dan tekstil menyumbang sekitar sembilan persen kehilangan mikroplastik tahunan ke laut.

Puntung rokok juga termasuk sampah yang kerap ditemukan di lingkungan, terutama di kawasan perkotaan dan pesisir. Melansir UNEP, filter rokok sebagian besar mengandung serat selulosa asetat yang merupakan bentuk plastik dan dapat melepaskan mikroplastik ketika terurai.

UNEP juga menyebut puntung rokok menjadi salah satu jenis sampah plastik yang paling banyak ditemukan di kawasan pantai. Ketika terurai, puntung rokok dapat melepaskan mikroplastik, logam berat, dan berbagai bahan kimia yang berpotensi memengaruhi ekosistem.

Popok sekali pakai juga menjadi tantangan dalam pengelolaan sampah karena terdiri dari berbagai bahan. Kandungan plastik dan material penyerap membuat sampah tersebut tidak dapat diperlakukan seperti sampah organik yang mudah dikomposkan.

Selain itu, ban kendaraan juga membutuhkan pengelolaan khusus karena tersusun dari berbagai material, termasuk karet dan bahan sintetis. Sampah jenis ini tidak mudah terurai seperti sisa makanan atau dedaunan sehingga perlu dikelola agar tidak menambah pencemaran lingkungan.

Masalah sampah semakin besar ketika benda-benda tersebut dibuang sembarangan atau tidak mendapatkan pengelolaan yang tepat. Melansir UNEP, pencemaran akibat sampah dapat mengganggu ekosistem, mencemari air dan tanah, serta memberikan dampak terhadap kesehatan manusia.

Yang perlu dipahami, sampah plastik tidak benar-benar hilang ketika sudah tidak terlihat oleh mata. Menurut UNEP, plastik dapat terpecah menjadi potongan yang semakin kecil hingga membentuk mikroplastik dan nanoplastik.

Karena itu, mengurangi sampah sejak dari sumbernya menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga lingkungan. Masyarakat dapat membawa tas belanja sendiri, menggunakan botol minum berulang, serta memilih produk dengan kemasan yang lebih mudah dikelola.

Masyarakat juga dapat membiasakan diri memilah sampah berdasarkan jenisnya sebelum dibuang. Sampah yang masih memiliki nilai guna dapat digunakan kembali atau didaur ulang, sementara jenis sampah tertentu membutuhkan pengelolaan khusus.

Pada akhirnya, persoalan sampah bukan hanya tentang banyaknya limbah yang dihasilkan setiap hari. Cara menggunakan, membuang, memilah, dan mengelola barang turut menentukan kondisi lingkungan untuk generasi berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....