Diam-Diam Menjaga Bumi, Ini Hewan Penyelamat Ekosistem

  • 29 Agt 2026 15:39 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Alam memiliki cara sendiri untuk menjaga keseimbangannya, termasuk melalui aktivitas berbagai hewan setiap hari. Meski terlihat sederhana, keberadaan hewan tertentu ternyata memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan ekosistem.

Salah satunya adalah lebah, yang selama ini dikenal sebagai penghasil madu dan serangga yang hidup berkoloni. Lebah membantu memindahkan serbuk sari dari satu bunga ke bunga lainnya sehingga tanaman dapat berkembang biak.

Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa atau FAO, sekitar 87,5 persen tumbuhan berbunga dunia diserbuki oleh hewan. FAO juga menyebut sekitar 35 persen produksi tanaman pangan dunia berdasarkan volume dipengaruhi lebah, burung, kelelawar, dan penyerbuk lainnya.

Selain lebah, ada cacing tanah yang mungkin terlihat sepele, tetapi memiliki peran besar bagi kesehatan tanah. Cacing membuat saluran di dalam tanah sehingga membantu meningkatkan porositas dan memungkinkan air mencapai akar tanaman.

Hewan ini juga memakan daun serta bahan organik yang telah membusuk, kemudian membantu mengembalikan unsur hara ke dalam tanah. FAO menjelaskan, aktivitas cacing tanah membantu proses daur ulang bahan organik dan mendukung kesuburan tanah.

Kemudian ada kelelawar, hewan yang sering dianggap menakutkan karena aktif pada malam hari. Padahal, kelelawar memiliki sejumlah fungsi ekologis, mulai dari membantu penyerbukan, menyebarkan biji, hingga mengendalikan populasi serangga.

Sebuah kajian mengenai kelelawar di Indonesia juga mencatat perannya sebagai penyebar biji, penyerbuk, pengendali serangga, dan pendaur ulang nutrisi. Peran tersebut membuat kelelawar menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan ekosistem hutan.

Berikutnya, ada burung yang turut membantu menjaga keseimbangan ekosistem melalui berbagai aktivitasnya. Sebagian burung membantu menyebarkan biji tanaman setelah memakan buah, sementara jenis lainnya berperan sebagai predator serangga.

Pergerakan tersebut membantu proses regenerasi tumbuhan sekaligus menjaga keseimbangan populasi organisme dalam rantai makanan. Karena itu, keberadaan burung turut mendukung keberlangsungan berbagai jenis tumbuhan dan organisme lainnya.

Tidak hanya di daratan, hiu juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan ekosistem laut. Sebagai predator puncak, hiu membantu mengendalikan populasi mangsa dan menjaga keseimbangan dalam jaring-jaring makanan laut.

NOAA menjelaskan, keberadaan hiu dapat membantu menjaga populasi mangsa tetap seimbang dan mendukung kesehatan berbagai habitat laut. Jika predator puncak berkurang secara drastis, perubahan populasi organisme lain dapat mengganggu keseimbangan ekosistem.

Ada pula semut yang bekerja hampir tanpa henti di permukaan maupun dalam tanah. Semut membantu memindahkan material organik, menguraikan sisa makanan, dan pada beberapa spesies turut membantu penyebaran biji.

Aktivitas tersebut menjadikan semut sebagai salah satu bagian penting dari proses daur ulang nutrisi dan kehidupan tanah. Meski berukuran kecil, keberadaan semut dapat memberikan pengaruh terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya.

Pada akhirnya, setiap hewan memiliki peran tersendiri dalam jaringan kehidupan yang saling berhubungan. Hewan yang kecil sekalipun dapat memberikan manfaat besar bagi tanah, tumbuhan, hewan lainnya, bahkan manusia.

Karena itu, menjaga keberadaan satwa bukan hanya tentang melindungi hewan dari ancaman kepunahan. Menjaga satwa berarti turut mempertahankan proses alami yang membuat tanah tetap subur, tumbuhan berkembang, dan ekosistem tetap seimbang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....