Dua Perguruan Tinggi di Bengkulu Sumbang 30 Kantong Darah saat Stok PMI Menipis
- 29 Agt 2026 06:29 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bengkulu – Stok darah sukarela di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Bengkulu sempat berada pada kondisi mengkhawatirkan dengan hanya tersisa tiga kantong, sementara kebutuhan darah untuk melayani pasien di sejumlah rumah sakit mencapai 30 hingga 50 kantong per hari. Di tengah keterbatasan tersebut, kepedulian mahasiswa dan civitas akademika dari dua perguruan tinggi di Kota Bengkulu hadir melalui kegiatan donor darah yang berhasil menghimpun total 30 kantong darah pada Jumat 28 Agustus 2026.
Kegiatan donor darah pertama digelar di Perpustakaan Universitas Bengkulu (UNIB) bekerja sama dengan Korps Sukarela (KSR) PMI Unit UNIB dan tim Mobile Unit PMI Kota Bengkulu. Agenda rutin dua bulanan tersebut berhasil mengumpulkan 20 kantong darah dari mahasiswa dan dosen yang secara sukarela menyumbangkan darahnya.
Dari jumlah darah yang terkumpul di UNIB, golongan darah O menjadi yang terbanyak dengan sembilan kantong, disusul golongan darah A sebanyak delapan kantong dan golongan darah B sebanyak tiga kantong. Bagi para pendonor, kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian sederhana yang diharapkan dapat memberikan kesempatan hidup bagi pasien yang membutuhkan transfusi darah.
Ketua Umum KSR PMI Unit UNIB periode 2026, Elisa Utama Putri, mengatakan kehadiran Mobile Unit PMI sangat membantu pelaksanaan kegiatan donor darah sekaligus memperluas pengenalan organisasi kerelawanan di lingkungan kampus. Ia berharap semakin banyak masyarakat tergerak menjadi pendonor karena kebutuhan darah tidak pernah berhenti, sementara ketersediaannya sangat bergantung pada kesukarelaan masyarakat.
“Semoga masyarakat sadar untuk mendonorkan darah, karena stok darah itu hanya sedikit. Kita juga bisa menjadi pahlawan untuk orang banyak,” ujar Elisa.
Kepedulian serupa juga ditunjukkan KSR PMI Unit Universitas Dehasen Bengkulu yang menggelar donor darah di Gedung Keperawatan Universitas Dehasen Bengkulu. Kegiatan yang diketuai Pera Puspita itu diikuti 10 pendonor sukarela dan menghasilkan 10 kantong darah, terdiri dari lima kantong golongan B+, empat kantong O+, dan satu kantong AB+.
Kepala UDD PMI Kota Bengkulu, dr. Henny Widiastutie, MARS, mengapresiasi kontribusi kedua kampus yang dinilainya hadir pada saat kebutuhan stok darah sedang mendesak. “Kampus bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga rumah tempat tumbuhnya empati dan kepedulian nyata bagi masyarakat,” katanya.
Menurut dr. Henny, tambahan 30 kantong darah dari dua kegiatan tersebut sangat berarti setelah stok darah sukarela sebelumnya hanya tersisa tiga kantong. Namun, kebutuhan darah yang mencapai 30 hingga 50 kantong setiap hari membuat partisipasi donor darah dari berbagai kalangan tetap dibutuhkan secara berkelanjutan.
PMI Kota Bengkulu pun mengajak masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai kegiatan rutin, setidaknya setiap tiga bulan sekali bagi mereka yang memenuhi persyaratan sebagai pendonor. Masyarakat dapat mendonorkan darah langsung ke UDD PMI Kota Bengkulu di Jalan Sidomulyo, Kompleks M. Yunus, Kota Bengkulu, yang melayani kebutuhan dan permintaan darah selama 24 jam.
Instansi, perguruan tinggi, maupun komunitas yang ingin menggelar kegiatan donor darah juga dapat mengajukan layanan Mobile Unit PMI Kota Bengkulu. Melalui kepedulian sederhana dari banyak orang, setiap kantong darah yang disumbangkan dapat menjadi harapan baru bagi pasien yang sedang berjuang untuk pulih.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....