Panduan Efektif Mencuci Anggur agar Bebas Pestisida sebelum Dikonsumsi
- 25 Agt 2026 10:28 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bengkulu - Anggur merupakan salah satu buah favorit yang sering kali dikonsumsi langsung bersama dengan kulit bagian luarnya. Namun, buah ini tergolong ke dalam komoditas yang paling banyak terpapar sisa pestisida selama proses penanaman.
Pentingnya Membersihkan Lapisan Residu dan Lilin
Lapisan putih tipis atau bloom pada kulit anggur sering kali menyerap serta mengikat sisa-sisa bahan kimia pertanian. Mengurangi residu pestisida tersebut sangat penting untuk mencegah risiko kesehatan jangka panjang bagi tubuh.
Mencuci anggur secara sembarangan menggunakan air mengalir saja sering kali tidak cukup untuk meluruhkan pestisida hidrofobik. Oleh karena itu, diperlukan teknik perendaman khusus dengan bahan-bahan alami yang aman untuk makanan.
Bahan Alami Efektif Peluruh Pestisida
Penggunaan larutan baking soda atau natrium bikarbonat terbukti sangat ampuh merusak rantai kimia pestisida pada buah. Cukup larutkan satu sendok teh baking soda ke dalam mangkuk berisi air dingin sebelum merendam anggur.
Alternatif lain yang tidak kalah efektif adalah memanfaatkan larutan cuka putih atau garam dapur murni. Rendamlah buah anggur selama 10 hingga 15 menit agar residu pestisida terlepas secara optimal.
Prosedur Pembilasan dan Pengeringan yang Benar
Setelah proses perendaman selesai, bilas kembali anggur di bawah kucuran air bersih yang mengalir deras. Gosok permukaan buah secara perlahan dengan jari jemari untuk memastikan seluruh sisa cuka atau baking soda hilang.
Keringkan buah anggur menggunakan kain bersih atau tisu dapur sebelum disimpan di dalam lemari es. Menjaga kelembapan anggur tetap rendah sangat penting untuk mencegah pembusukan dan pertumbuhan jamur yang cepat.
Pastikan Anda hanya mencuci anggur tepat sebelum hendak dikonsumsi agar kesegarannya dapat bertahan lebih lama. Informasi dalam artikel berita ini dirangkum berdasarkan rujukan riset ilmiah dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), United States Department of Agriculture (USDA), serta Journal of Agricultural and Food Chemistry.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....