Musim Kemarau: Cegah Dehidrasi minum Air Secara Teratur
- 25 Agt 2026 10:30 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan-Musim kemarau membawa cuaca yang lebih panas dan dapat meningkatkan kehilangan cairan tubuh melalui keringat. Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu memperhatikan asupan cairan agar tetap terhidrasi dan dapat beraktivitas dengan aman.
Dehidrasi terjadi ketika cairan yang keluar dari tubuh lebih banyak dibandingkan cairan yang masuk. Pengamat kesehatan Ari Udijono mengatakan kepada RRI Semarang bahwa suhu panas meningkatkan penguapan cairan tubuh sehingga risiko kekurangan cairan menjadi lebih besar, terutama bagi masyarakat yang bekerja di luar ruangan.
Salah satu langkah utama untuk mencegah dehidrasi adalah minum air secara teratur sepanjang hari dan tidak hanya mengandalkan rasa haus sebagai pengingat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menganjurkan masyarakat untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan minum air secara berkala ketika menghadapi cuaca panas.
Selain minum, kebutuhan cairan dapat didukung dengan mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan air tinggi, seperti semangka, melon, jeruk, mentimun, dan tomat. Pilihan tersebut dapat menjadi pelengkap pola makan sehari-hari, terutama ketika suhu udara meningkat dan tubuh lebih banyak mengeluarkan cairan.
Masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan juga disarankan mengurangi kegiatan fisik berat pada waktu paling panas. WHO merekomendasikan menghindari aktivitas berat pada periode terpanas, mencari tempat teduh, serta menggunakan pakaian yang ringan dan longgar untuk membantu tubuh tetap sejuk.
Pilihan minuman juga perlu diperhatikan selama musim kemarau, karena air putih sebaiknya menjadi sumber utama untuk memenuhi kebutuhan cairan. WHO menyarankan agar konsumsi minuman tinggi gula, beralkohol, dan berkafein dihindari atau dibatasi ketika cuaca panas.
Tanda-tanda dehidrasi yang perlu dikenali antara lain mulut kering, tubuh lemas, pusing, sulit berkonsentrasi, serta urine yang menjadi lebih pekat dan frekuensi buang air kecil berkurang. Jika keluhan semakin berat atau muncul gejala yang tidak biasa, masyarakat perlu segera beristirahat di tempat sejuk dan mencari pertolongan medis.
Anak-anak, lansia, dan orang yang banyak bekerja di luar ruangan perlu mendapat perhatian lebih karena lebih rentan terhadap dampak cuaca panas. Karena itu, keluarga dapat membantu memastikan anggota yang rentan tetap minum secara berkala, beristirahat di tempat sejuk, dan tidak terlalu lama terpapar panas.
Menjaga hidrasi selama musim kemarau pada dasarnya dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana, yakni minum air secara rutin, memilih makanan kaya air, serta mengurangi paparan panas berlebihan. Dengan langkah tersebut, risiko dehidrasi dan gangguan kesehatan akibat cuaca panas dapat ditekan sehingga masyarakat tetap sehat dan produktif.
Sumber rujukan legal dan terpercaya: WHO — #KeepCool in the heat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....