Pernah Diperebutkan Dunia, Ini Asal Usul Pulau Banda Neira dan Sejarah Panjangnya

  • 24 Agt 2026 02:55 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pulau Banda Neira di Kepulauan Banda, Maluku Tengah, menyimpan rekam jejak sejarah kemaritiman dan perdagangan rempah yang sangat tersohor. Sejak abad pertengahan, wilayah pulau kecil ini menjadi satu-satunya tempat di dunia tempat pohon pala tumbuh dan berbuah secara alami.

Daya Tarik Pohon Pala dan Kedatangan Bangsa Asing

Kandungan buah pala yang bernilai ekonomis setara emas membuat para pedagang dari Arab, Tiongkok, hingga Persia mendatangi pulau ini sejak abad ke-14. Keberadaan pulau yang strategis ini kemudian memikat bangsa Portugis sebagai bangsa Eropa pertama yang mendarat pada tahun 1512.

Kedatangan bangsa Eropa mengubah tatanan kehidupan masyarakat lokal yang tadinya dipimpin oleh para ulama dan orankaya secara mandiri. Perebutan monopoli perdagangan pala pun memicu persaingan sengit antara kongsi dagang Belanda (VOC) dan Inggris (EIC).

Perjanjian Breda dan Tragedi Penaklukan Banda

Perselisihan sengit antarbangsa kolonial tersebut mencapai puncaknya hingga disepakatinya Perjanjian Breda pada tahun 1667. Dalam kesepakatan bersejarah itu, Inggris menyerahkan Pulau Run di Kepulauan Banda kepada Belanda demi mendapatkan Pulau Manhattan di Amerika Serikat.

Namun, upaya VOC di bawah kepemimpinan Jan Pieterszoon Coen untuk menguasai monopoli total diwarnai oleh pembantaian massal masyarakat asli Banda pada tahun 1621. Tragedi kelam tersebut menghapus sebagian besar populasi lokal dan menggantikannya dengan sistem perbudakan di perkebunan pala.

Tempat Pembuangan Tokoh Bangsa dan Warisan Kolonial

Pada masa pergerakan nasional, Banda Neira juga dipilih oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda sebagai tempat pengasingan para tokoh bangsa. Tokoh proklamator seperti Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir pernah diasingkan di pulau ini untuk meredam perjuangan kemerdekaan.

Sisa-sisa kejayaan masa lalu kini masih berdiri kokoh dalam bentuk bangunan bersejarah seperti Benteng Belgica dan Rumah Pengasingan Hatta. Kelestarian arsitektur kolonial tersebut menjadikan Banda Neira sebagai museum hidup yang menarik perhatian wisatawan dunia.

Warisan Sejarah Dunia dan Sumber Rujukan

Kini Banda Neira menjadi destinasi wisata sejarah dan kebaharian unggulan yang menawarkan keindahan alam serta kekayaan cagar budaya. Informasi dalam artikel berita ini dirangkum berdasarkan rujukan riset sejarah dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), buku Nathaniel’s Nutmeg karya Giles Milton, serta laporan UNESCO World Heritage Centre.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....