Mengungkap Berbagai Faktor Penyebab Munculnya Uban di Usia Muda
- 11 Agt 2026 21:27 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bengkulu - Fenomena munculnya uban atau rambut memutih di usia muda kini semakin sering dijumpai pada generasi milenial dan Gen Z. Kondisi yang dikenal secara medis sebagai premature graying ini dapat dipicu oleh interaksi kompleks antara faktor internal tubuh dan lingkungan sekitar.
Pengaruh Genetik dan Dampak Stres Kronis
Faktor keturunan atau genetik memegang peranan paling dominan dalam menentukan kapan folikel rambut mulai berhenti memproduksi melanin. Jika orang tua atau keluarga memiliki riwayat beruban lebih awal, seseorang secara biologis berisiko tinggi mengalami hal yang sama.
| Baca juga: Daster: Busana Juara Perempuan Indonesia |
Selain faktor genetik, tekanan psikologis kronis terbukti dapat mempercepat kerusakan sel-sel punca melanosit pada folikel rambut. Hormon norepinefrin yang terlepas saat tubuh mengalami stres berat dapat menguras cadangan pigmen pewarna alami rambut secara signifikan.
Gaya Hidup Tidak Sehat dan Defisiensi Nutrisi
Kebiasaan merokok juga menjadi pemicu utama timbulnya radikal bebas yang merusak folikel serta sel pewarna rambut secara prematur. Racun dari asap rokok dapat mempersempit pembuluh darah, sehingga aliran oksigen dan nutrisi menuju akar rambut menjadi sangat terhambat.
Di samping itu, kekurangan nutrisi penting seperti vitamin B12, zat besi, dan seng dapat mengganggu proses sintesis melanin. Beberapa gangguan medis seperti penyakit autoimun vitiligo atau masalah kelenjar tiroid juga turut memicu keputihan rambut di usia yang masih muda.
Langkah Pencegahan dan Imbauan Pakar Kesehatan
Para ahli kesehatan mengimbau masyarakat untuk rutin mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya akan zat besi serta senyawa antioksidan. Pengelolaan stres yang baik dan penghentian kebiasaan merokok sangat disarankan demi menjaga kesehatan serta elastisitas folikel rambut.
Meskipun uban di usia muda umumnya tidak membahayakan jiwa, deteksi dini terhadap penyebab dasarnya tetap perlu dilakukan. Konsultasi dengan dokter spesialis kulit dapat membantu mengidentifikasi masalah medis yang mendasari serta menentukan penanganan terbaik.
Sumber
- Pandhi, D., & Khanna, D. (2013). Premature Graying of Hair: Etiology and Management. Indian Journal of Dermatology, Venereology, and Leprology, 79(5), 641-653.
- Zhang, B., et al. (2020). Hyperactivation of Sympathetic Nerves Drives Depletion of Melanocyte Stem Cells. Nature, 577(7792), 676-681.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....