Inilah Penjelasnya:Kemarau Suhu Udara Terasa Lebih Dingin saat Malam Hari
- 09 Agt 2026 16:43 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuha - saat musim kemarau Suhu udara pada malam hingga menjelang pagi kerap terasa lebih dingin dibandingkan ketikan saat musim hujan. Fenomena tersebut merupakan kondisi meteorologis yang normal dan tidak berkaitan dengan mitos atau fenomena astronomi tertentu.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, salah satu penyebabnya adalah berkurangnya tutupan awan pada musim kemarau. Langit yang lebih cerah membuat panas dari permukaan bumi lebih mudah dilepaskan ke atmosfer pada malam hari sehingga suhu di dekat permukaan turun lebih cepat.
Selain kondisi langit yang cerah, pengaruh Monsun Australia juga berperan terhadap turunnya suhu malam di sejumlah wilayah Indonesia. BMKG menyebut massa udara yang bergerak dari Australia pada periode musim dingin bersifat relatif kering dan dingin, terutama memengaruhi wilayah Indonesia bagian selatan khatulistiwa.
Kondisi tersebut membuat perbedaan suhu antara sian dan malam pada musim kemarau dapat terasa cukup signifikan. Dalam analisis BMKG pada Juni 2026, perkembangan kemarau di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan disebut dapat meningkatkan suhu yang terasa lebih panas pada tengah hari tetapi lebih dingin pada malam hingga pagi.
Dari sisi manfaat, cuaca yang lebih kering pada musim kemarau dapat mendukung berbagai aktivitas masyarakat yang membutuhkan kondisi minim hujan. Berkurangnya tutupan awan juga membuat penyinaran matahari ke permukaan berlangsung lebih optimal, sehingga kondisi tersebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan seperti pengeringan hasil pertanian dan aktivitas luar ruangan, dengan tetap memperhatikan kondisi suhu serta ketersediaan air.
Namun, musim kemarau juga perlu diantisipasi karena kondisi kering dapat meningkatkan risiko kekurangan air di wilayah tertentu. BMKG mencatat perkembangan kemarau dapat berkaitan dengan peningkatan potensi kekeringan meteorologis, sehingga masyarakat perlu menggunakan air secara bijak dan mengikuti informasi cuaca resmi.
BMKG menegaskan, udara dingin pada malam hari merupakan bagian dari variasi cuaca yang lazim terjadi ketika musim kemarau, khususnya di wilayah dengan ketinggian tertentu. Suhu juga cenderung lebih rendah di daerah pegunungan karena faktor ketinggian, sehingga sensasi dingin dapat terasa lebih kuat dibandingkan wilayah dataran rendah.
Dengan demikian, malam yang terasa lebih dingin saat musim kemarau memiliki penjelasan ilmiah yang berkaitan dengan kondisi atmosfer, tutupan awan, serta pergerakan massa udara. Masyarakat disarankan tetap memperoleh informasi mengenai perkembangan cuaca dan musim melalui kanal resmi BMKG agar dapat menyesuaikan aktivitas serta mengantisipasi potensi dampaknya.
Sumber utama: BMKG, antara lain penjelasan mengenai suhu dingin musim kemarau, Monsun Australia, serta perkembangan musim kemarau 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....