Cerita Sederhana di Balik Hari Persahabatan Internasional
- 01 Agt 2026 19:49 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bengkulu – Bagi Dewi Yulita, seorang Karyawan swasta di Kota Bengkulu, persahabatan bukan sekadar saling menyapa atau berbagi cerita. Kehadiran sahabat menjadi penyemangat yang membantunya bangkit ketika usahanya sempat terpuruk akibat kondisi ekonomi yang sulit.
Perempuan berusia 38 tahun itu mengaku tidak pernah melupakan dukungan teman-temannya yang rela membantu membangkitkan perekonomiannya hingga mengumpulkan modal agar usahanya kembali berjalan. "Saya percaya, sahabat yang tulus adalah keluarga yang dipertemukan oleh kehidupan," ujar Dewi.
| Baca juga: Daster: Busana Juara Perempuan Indonesia |
Momentum Hari Persahabatan Internasional mengingatkan bahwa kepedulian antarsesama dapat tumbuh dari hal-hal sederhana. Sebuah sapaan, bantuan kecil, hingga kesediaan mendengarkan keluh kesah seseorang mampu menjadi penguat bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan.
Hubungan pertemanan yang sehat berperan penting dalam menjaga kesehatan mental seseorang. Persahabatan yang dilandasi rasa saling percaya dan saling mendukung dapat meningkatkan kebahagiaan serta membuat seseorang lebih mampu menghadapi tekanan hidup.
Hal senada dirasakan Arif, seorang mahasiswa di Bengkulu, yang mengaku mampu menyelesaikan masa-masa sulit selama kuliah berkat dukungan teman-temannya. Menurutnya, persahabatan mengajarkan arti saling menghargai, bekerja sama, dan tidak meninggalkan teman yang sedang membutuhkan bantuan.
Di tengah perkembangan teknologi dan media sosial, makna persahabatan dinilai tetap tidak tergantikan oleh komunikasi digital semata. Kebersamaan yang dibangun melalui perhatian, empati, dan kehadiran secara nyata menjadi nilai yang terus dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Hari Persahabatan Internasional menjadi pengingat bahwa setiap orang dapat menjadi sumber semangat bagi orang lain melalui tindakan sederhana yang dilakukan dengan tulus. Semangat saling membantu tanpa memandang perbedaan diharapkan terus tumbuh sebagai bagian dari karakter bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi persatuan dan nilai kemanusiaan.
Sumber : menetapkan International Day of Friendship melalui Resolusi Majelis Umum PBB Nomor A/RES/65/275 tahun 2011. Nilai persatuan dan kemanusiaan juga sejalan dengan Pancasila serta pedoman yang disampaikan oleh .
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....