Super New Moon Juli 2026, Kenali Dampaknya terhadap Wilayah Pesisir
- 11 Jul 2026 18:59 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Fenomena Super New Moon kembali menjadi perhatian masyarakat setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Indonesia. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai hubungan antara Bulan yang tidak terlihat di langit dengan meningkatnya ketinggian pasang air laut.
Super New Moon merupakan kondisi ketika fase Bulan Baru terjadi berdekatan dengan perigee, yakni titik terdekat Bulan terhadap Bumi dalam lintasan orbitnya. Pada fase ini, Bulan tidak tampak dari Bumi karena sisi Bulan yang menghadap ke planet kita tidak menerima cahaya Matahari.
Meski demikian, keberadaan Bulan tetap memberikan pengaruh terhadap kondisi lautan di Bumi. Sebab, gaya gravitasi Bulan tidak bergantung pada apakah Bulan terlihat atau tidak. Tarikan gravitasi tersebut bekerja secara terus-menerus dan menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pasang surut air laut.
Melansir Climate4life.info saat fase Bulan Baru terjadi, posisi Matahari, Bulan, dan Bumi berada hampir segaris. Kondisi ini membuat gaya gravitasi Matahari dan Bulan saling memperkuat sehingga menghasilkan fenomena yang dikenal sebagai spring tide atau pasang purnama.
Fenomena tersebut menyebabkan permukaan laut mengalami pasang yang lebih tinggi dari kondisi normal. Sebaliknya, saat surut, ketinggian air laut dapat menjadi lebih rendah dibandingkan biasanya.
BMKG mencatat periode kewaspadaan terhadap dampak pasang laut tinggi berlangsung pada 8 hingga 22 Juli 2026. Meski puncak Super New Moon diperkirakan terjadi pada 14 Juli 2026, perubahan tinggi muka air laut tidak berlangsung hanya dalam satu hari.
Kondisi pasang maksimum dapat berkembang beberapa hari sebelum dan sesudah puncak fenomena. Selain itu, waktu terjadinya pasang tertinggi berbeda di setiap wilayah karena dipengaruhi karakteristik laut, bentuk garis pantai, kedalaman perairan, serta dinamika oseanografi setempat.
Karena alasan tersebut, BMKG menetapkan rentang waktu kewaspadaan yang lebih panjang untuk mengantisipasi potensi dampak di wilayah pesisir. Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan terjadinya banjir rob.
Namun demikian, Super New Moon tidak serta-merta menyebabkan banjir rob di seluruh wilayah pesisir. Fenomena ini hanya meningkatkan potensi terjadinya pasang maksimum yang dapat memicu genangan air laut di daerah rentan.
Terjadinya banjir rob juga dipengaruhi berbagai faktor lain, seperti tinggi muka laut, kondisi garis pantai, kedalaman perairan, kecepatan angin, tekanan udara, tinggi gelombang, hingga sistem drainase di kawasan pesisir. Oleh karena itu, tidak semua daerah yang mengalami Super New Moon akan terdampak banjir rob.
Secara ilmiah, yang memengaruhi naiknya permukaan laut bukanlah cahaya Bulan, melainkan gaya gravitasinya. Meskipun tidak terlihat di langit malam, Bulan tetap memberikan pengaruh besar terhadap dinamika pasang surut laut di Bumi.
Masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir diimbau untuk memantau informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah setempat. Hal tersebut untuk mengantisipasi potensi dampak pasang laut tinggi selama periode kewaspadaan berlangsung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....