Keajaiban Lautan: Mengenal Sotong, Makhluk Cerdas Pemilik Tiga Jantung

  • 05 Jul 2026 17:17 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bengkulu - Dunia bawah laut selalu menyimpan rahasia biologi yang luar biasa dan menakjubkan bagi para peneliti. Salah satu makhluk paling unik yang mendiami lautan adalah sotong, hewan tangguh yang sering kali salah dikenali sebagai cumi-cumi biasa.

Meskipun sekilas terlihat serupa dengan kerabatnya, sotong memiliki sistem peredaran darah yang sangat tidak biasa dengan keberadaan tiga jantung di dalam tubuhnya. Dua jantung yang disebut jantung brankial berfungsi khusus memompa darah ke insang, sementara satu jantung sistemik bertugas mengalirkan darah beroksigen ke seluruh organ tubuh lainnya.

Sistem tiga jantung ini dirancang secara evolusioner untuk mendukung metabolisme mereka yang sangat aktif saat berenang dan berburu di kedalaman laut. Kinerja jantung yang efisien tersebut sangat krusial mengingat darah sotong tidak berwarna merah, melainkan biru kehijauan.

Warna darah yang unik ini disebabkan oleh kandungan protein hemocyanin yang kaya akan tembaga untuk mengikat oksigen, berbeda dengan hemoglobin pada manusia yang berbasis zat besi. Hemocyanin terbukti jauh lebih efektif dalam mengangkut oksigen di lingkungan perairan yang dingin dan minim kadar oksigen.

Selain keunikan anatomi internalnya, sotong juga dinobatkan sebagai salah satu hewan invertebrata paling cerdas di muka bumi. Mereka memiliki rasio ukuran otak terhadap tubuh terbesar di antara makhluk tak bertulang belakang, yang membuat mereka mampu memecahkan labirin dan teka-teki rumit.

Kecerdasan luar biasa ini juga didukung oleh kemampuan kamuflase tingkat tinggi yang membuat mereka dijuluki sebagai "bunglon lautan." Menggunakan jutaan sel khusus bernama kromatofor di kulitnya, sotong dapat mengubah warna, pola, bahkan tekstur tubuhnya hanya dalam waktu 200 milidetik demi mengelabui predator.

Fenomena menarik lainnya terjadi saat musim kawin, di mana sotong jantan kecil kerap menggunakan trik visual cerdik untuk mengelabui rivalnya yang lebih besar. Sotong jantan tersebut akan mengubah warna satu sisi tubuhnya menyerupai betina agar bisa mendekati pasangan tanpa memicu perkelahian dengan pejantan dominan.

Sayangnya, terlepas dari segala kecanggihan biologis dan kecerdasan yang mereka miliki, masa hidup makhluk menakjubkan ini tergolong sangat singkat. Sebagian besar spesies sotong di alam liar hanya mampu bertahan hidup dan menjelajahi lautan selama satu hingga dua tahun saja.

Sumber
  • Original Diving (Top Ten Cuttlefish Facts) — Menjelaskan tentang fungsi spesifik dari tiga jantung (dua jantung brankial dan satu jantung sistemik) serta efisiensi protein hemocyanin berbasis tembaga pada darah biru sotong.
  • Discover Wildlife (Cuttlefish Facts) — Memuat data mengenai kecepatan perubahan warna kromatofor sotong yang mencapai 200 milidetik, struktur otak berbentuk donat, serta trik penyamaran sotong jantan saat musim kawin.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....