Belajar Berkata Tidak tanpa Rasa Bersalah
- 30 Jun 2026 12:23 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Banyak orang merasa tidak nyaman ketika harus menolak permintaan, ajakan, atau bantuan dari orang lain. Rasa sungkan dan takut mengecewakan sering kali membuat seseorang memilih mengiyakan sesuatu meski sebenarnya tidak mampu atau tidak menginginkannya.
Dalam kehidupan sehari-hari, kebiasaan sulit berkata tidak kerap dianggap sebagai bentuk kebaikan dan kepedulian terhadap orang lain. Namun, jika dilakukan terus-menerus tanpa mempertimbangkan kondisi diri sendiri, kebiasaan tersebut dapat menimbulkan kelelahan fisik maupun emosional.
Melansir Pionindonesia.com psikolog menyebut kondisi ini sering berkaitan dengan keinginan untuk diterima oleh lingkungan atau menghindari konflik. Seseorang yang terbiasa mengutamakan perasaan orang lain terkadang merasa bersalah ketika harus menolak, meskipun penolakan tersebut dilakukan demi menjaga batas kemampuan dirinya.
Menurut psikolog Iswan Saputro, M.Psi., Psikolog, seseorang yang sulit berkata tidak sering kali memiliki kecenderungan people pleaser, yaitu selalu berusaha menyenangkan orang lain hingga mengabaikan kebutuhan dirinya sendiri. Ia menjelaskan bahwa orang dengan karakter tersebut umumnya menghindari konflik sehingga lebih mudah menerima permintaan orang lain meski sebenarnya merasa keberatan.
Pendapat serupa disampaikan oleh Irma Afriyanti Bakhtiary, M.Psi., Psikolog Klinis. Ia menjelaskan bahwa people pleaser cenderung merasa tidak enak jika tidak membantu orang lain, takut ditolak, serta kesulitan menetapkan batasan yang sehat dalam hubungan sosial maupun pekerjaan.
Padahal, mengatakan tidak bukan berarti seseorang bersikap egois atau tidak peduli. Menolak sebuah permintaan yang berada di luar kemampuan justru merupakan bentuk penghargaan terhadap waktu, tenaga, dan kesehatan diri sendiri.
Kesulitan berkata tidak juga dapat berdampak pada kehidupan sehari-hari. Tidak sedikit orang yang akhirnya kewalahan karena menerima terlalu banyak tanggung jawab, baik di lingkungan kerja, pertemanan, maupun keluarga. Akibatnya, pekerjaan menjadi menumpuk dan waktu untuk beristirahat semakin berkurang.
Para ahli psikologi menyarankan agar seseorang mulai belajar menetapkan batasan yang sehat atau healthy boundaries. Dengan memiliki batasan yang jelas, seseorang tetap dapat membantu orang lain tanpa harus mengorbankan kebutuhan dan kesejahteraan dirinya sendiri.
Belajar berkata tidak juga dapat dilakukan secara bertahap. Penolakan tidak harus disampaikan dengan nada keras atau menyinggung perasaan. Kalimat sederhana seperti "Maaf, saya belum bisa membantu saat ini" atau "Terima kasih sudah mengajak, tetapi saya tidak dapat ikut" sudah cukup untuk menyampaikan penolakan secara sopan.
Selain menjaga kesehatan mental, kemampuan menetapkan batasan juga dapat membantu seseorang mengelola waktu dan energi dengan lebih baik. Dengan demikian, seseorang dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih seimbang tanpa merasa terbebani oleh harapan orang lain.
Pada akhirnya, kemampuan berkata tidak merupakan keterampilan penting dalam kehidupan. Dengan memahami batas kemampuan diri dan menyampaikannya secara baik, seseorang dapat menjaga hubungan sosial tetap sehat tanpa harus terus-menerus merasa bersalah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....