Kuliner Nusantara Dominasi Kawasan Festival Tabot 2026

  • 23 Jun 2026 07:35 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bengkulu – Kawasan Festival Tabot 2026 di Sport Center Pantai Panjang Bengkulu tidak hanya menjadi pusat pertunjukan budaya, tetapi juga surga kuliner bagi masyarakat. Ratusan pengunjung tampak memadati deretan stan makanan dan minuman yang mendominasi area festival setiap sore hingga malam hari, Festival Tabot memang turut menghadirkan pasar kuliner dan bazar UMKM sebagai bagian dari rangkaian kegiatan budaya tahunan tersebut.

Berbagai jenis makanan tersedia dengan pilihan yang beragam, mulai dari jajanan tradisional hingga kuliner kekinian. Pengunjung dapat menemukan dodol, bakso bakar, cumi bakar, aneka gorengan, minuman segar, kopi, hingga makanan yang terinspirasi dari cita rasa mancanegara.

Ramainya stan kuliner menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk menikmati wisata rasa sambil menyaksikan berbagai hiburan dan pertunjukan budaya. Kehadiran pelaku UMKM kuliner juga menjadi bagian penting dalam menggerakkan roda perekonomian selama festival berlangsung.

Salah seorang pengunjung, Wulan (29), mengaku sengaja datang bersama keluarga untuk menikmati suasana Festival Tabot sekaligus berburu makanan favorit. Menurutnya, banyaknya pilihan kuliner membuat pengunjung tidak kesulitan menemukan makanan yang sesuai dengan selera.

“Pilihan makanannya lengkap, dari makanan khas daerah sampai jajanan modern ada semua. Anak-anak suka bakso bakar, sementara saya lebih tertarik mencoba dodol dan minuman tradisional,” ujar Wulan.

Hal senada disampaikan Andi (22), pengunjung asal Kabupaten Seluma yang datang bersama teman-temannya. Ia menilai keberadaan stan kuliner menjadi daya tarik tersendiri yang membuat suasana festival semakin hidup dan ramai.

“Setelah menonton pertunjukan, kami biasanya berkeliling mencari makanan. Cumi bakar dan minuman dingin jadi menu favorit karena cocok dinikmati malam hari,” katanya.

Sementara itu, salah seorang pedagang kuliner, Riko, mengatakan penjualan makanan selama Festival Tabot mengalami peningkatan dibandingkan hari biasa. Banyaknya pengunjung yang datang dari berbagai daerah memberikan peluang usaha yang cukup besar bagi para pedagang.

“Setiap malam pengunjung terus berdatangan. Yang paling banyak dicari bakso bakar, cumi bakar, dan minuman segar karena mudah dinikmati sambil berjalan melihat keramaian festival,” ungkap Riko.

Menurutnya, Festival Tabot menjadi momentum yang sangat membantu pelaku usaha kecil untuk memperluas pasar dan memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat. Selain meningkatkan pendapatan, ajang tersebut juga menjadi sarana promosi yang efektif bagi UMKM lokal.

Keberadaan deretan stan makanan dan minuman yang mendominasi area Festival Tabot 2026 semakin memperkuat peran festival sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Perpaduan antara kekayaan budaya dan ragam kuliner Nusantara menjadikan Festival Tabot tidak hanya menarik untuk ditonton, tetapi juga memanjakan lidah para pengunjung.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....