Mengenal Sandbox: 'Pohon Dinamit' yang Bisa Meledak dan Beracun
- 20 Jun 2026 00:05 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bengkulu - Di dalam lebatnya hutan hujan tropis Amazon, terdapat sebuah pohon yang tampak seolah keluar dari kisah fantasi horor. Pohon itu adalah Hura crepitans, atau yang lebih populer dikenal sebagai Pohon Sandbox (pohon kotak pasir) dan Pohon Dinamit.
Bukan tanpa alasan pohon ini mendapat julukan ekstrem tersebut. Mulai dari batang yang dipenuhi duri tajam, getah yang membutakan, hingga buah yang bisa meledak layaknya bom pencar, pohon ini mendefinisikan ulang arti sistem pertahanan alami tumbuhan.
Buah yang Meledak dengan Kecepatan Tinggi
Salah satu fakta paling mencengangkan dari pohon Sandbox adalah cara mereka menyebarkan benih. Alih-alih mengandalkan angin atau bantuan hewan yang memakan buahnya, pohon ini memilih jalur "kekerasan".
Saat buahnya yang berbentuk seperti labu kecil mengering, buah tersebut akan mengalami tekanan internal yang sangat tinggi. Ketika mencapai batasnya, buah akan pecah dan meledak dengan suara dentuman keras mirip letusan senjata api atau dinamit.
Ledakan ini melontarkan biji-bijian di dalamnya dengan kecepatan luar biasa, mencapai 240 kilometer per jam (150 mph), dan dapat terlempar hingga sejauh 45 meter dari pohon induknya. Kecepatan ini bahkan cukup kuat untuk melukai manusia atau hewan yang kebetulan lewat di dekatnya.
Batang Berduri Gahar layaknya Zirah
Jika Anda tersesat di hutan, pohon Sandbox adalah pohon terakhir yang ingin Anda peluk atau jadikan tempat bersandar. Seluruh permukaan batang pohon ini dipenuhi oleh duri-duri berbentuk kerucut yang sangat tajam dan rapat.
Duri-duri ini berfungsi sebagai benteng pertahanan utama agar hewan-hewan hutan, terutama mamalia pemanjat, tidak bisa merusak pohon atau memakan buahnya sebelum matang. Karena penampilannya yang menyeramkan ini, sebagian masyarakat lokal juga menyebutnya dengan julukan "Monkey-no-climb" (monyet saja tidak mau memanjat).

Getah Beracun yang Mematikan
Sistem pertahanan pohon Sandbox tidak berhenti pada duri dan ledakan. Jika kulit pohon ini terluka, ia akan mengeluarkan getah berwarna putih pekat yang sangat beracun (bersifat korosif). Jika getah ini mengenai kulit manusia, akan menyebabkan ruam lepuh yang parah. Lebih berbahaya lagi, jika getah tersebut terkena mata, senyawa kimianya dapat menyebabkan kebutaan sementara hingga permanen.
Secara historis, suku-suku asli di wilayah Karibia dan Amerika Selatan memanfaatkan racun dari getah ini untuk dioleskan pada mata anak panah mereka saat berburu, atau mencampurkannya ke air sungai untuk membius ikan.
Mengapa Dinamakan 'Sandbox'?
Meskipun terdengar mengerikan, pohon ini memiliki nama yang cukup jinak, yaitu "Sandbox" (kotak pasir). Nama ini berasal dari abad ke-18 dan ke-19, sebelum era pulpen modern ditemukan. Pada masa itu, masyarakat menggunakan kotak kecil berisi pasir halus untuk mengeringkan tinta di kertas tulisan mereka. Potongan buah pohon Hura crepitans yang belum matang dikeringkan, dikosongkan isinya, dan digunakan sebagai wadah pasir tersebut. Dari situlah nama ikonik ini melekat hingga sekarang.
Sumber:
- Mekanisme Ledakan Buah:
- Swaine, M. D., & Beer, T. (1977). Explosive seed dispersal in Hura crepitans L. New Phytologist.
- Karakteristik Botani dan Toksisitas:
- Missouri Botanical Garden (Curation Data). Lembaga botani resmi ini mencatat data taksonomi Hura crepitans.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....