Mengenal Kutu Roda, Serangga yang Gigitannya Bisa Memicu Mati Rasa Berhari-hari

  • 18 Jun 2026 07:24 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pernahkah Anda mendengar nama serangga "Kuto Roda"? Bagi sebagian masyarakat, nama ini mungkin terdengar asing. Namun, bagi mereka yang sering beraktivitas di area perkebunan atau semak-semak, serangga satu ini menjadi salah satu makhluk yang paling dihindari. Meski ukurannya terbilang kecil, gigitan dari serangga bernama ilmiah Arilus cristatus ini dilaporkan mampu memicu rasa sakit luar biasa hingga menyebabkan mati rasa lokal pada kulit korbannya.

Mengenal 'Kuto Roda', si Predator Bermahkota Gerigi

Kuto roda atau wheel bug merupakan salah satu jenis serangga predator yang masuk dalam keluarga Reduviidae (serangga pembunuh/assassin bug). Karakteristik paling ikonik dari serangga ini adalah adanya struktur menyerupai roda bergigi atau jangkar di atas punggung (toraks) mereka.

Sebagai predator, kuto roda sebenarnya adalah sahabat petani karena mereka memburu hama tanaman seperti ulat, kutu daun, dan kumbang kecil. Mereka melumpuhkan mangsanya menggunakan struktur mulut tajam berbentuk jarum (probosis) yang berfungsi menyuntikkan cairan pencernaan beracun.

Mengapa Gigitannya Sangat Sakit dan Menyebabkan Mati Rasa?

Kuto roda umumnya tidak agresif kepada manusia kecuali jika mereka merasa terancam, terhimpit, atau tidak sengaja tersentuh. Namun, jika mereka menggigit, dampaknya tidak bisa diremehkan.

Pakar entomologi menjelaskan bahwa rasa sakit ekstrem dan efek mati rasa (numbness) yang muncul setelah gigitan kuto roda disebabkan oleh enzim litik dan senyawa kimia dalam air liurnya. Ketika kuto roda menusukkan probosisnya ke kulit manusia, mereka menyuntikkan air liur tersebut. Efek instan yang dirasakan korban meliputi:

  • Rasa nyeri tajam yang sering digambarkan lebih menyakitkan daripada sengatan tawon atau lebah.
  • Sensasi terbakar hebat di area sekitar gigitan.
  • Mati rasa lokal atau baal yang bisa menyebar beberapa sentimeter di sekitar luka dan berlangsung selama beberapa jam hingga beberapa hari.
  • Pembengkakan, kemerahan, hingga timbulnya luka melepuh kecil yang membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk sembuh total.

Meskipun gigitannya sangat menyakitkan dan memicu mati rasa sementara, racun dari kuto roda pada umumnya tidak bersifat mematikan bagi manusia, kecuali jika korban memiliki riwayat reaksi alergi parah (anafilaksis).

Pertolongan Pertama Jika Tergigit

Jika Anda atau keluarga tidak sengaja tergigit oleh kuto roda, berikut langkah pertolongan pertama yang direkomendasikan secara medis:

  1. Cuci Bersih: Segera basuh area gigitan dengan air mengalir dan sabun antiseptik untuk mengurangi risiko infeksi sekunder.
  2. Kompres Dingin: Gunakan es batu yang dibalut kain untuk mengompres luka selama 10–15 menit guna meredakan nyeri hebat, bengkak, dan memperlambat efek mati rasa.
  3. Gunakan Obat Pereda: Jika nyeri tidak tertahankan, konsumsi obat pereda nyeri (seperti parasetamol atau ibuprofen) atau oleskan losion kalamin/krim hidrokortison untuk mengurangi iritasi kulit.
  4. Cari Bantuan Medis: Jika mati rasa meluas ke area tubuh lain, muncul sesak napas, pusing berlebih, atau pembengkakan di area wajah, segera pergi ke fasilitas kesehatan terdekat.

Masyarakat diimbau untuk selalu menggunakan sarung tangan tebal saat membersihkan halaman atau berkebun, serta menghindari menyentuh serangga apa pun yang memiliki bentuk tidak biasa di punggungnya.

Sumber:
  • Sifat Toksik Air Liur & Enzim Medis: University of Florida Institute of Food and Agricultural Sciences (UF/IFAS) dalam dokumen extension tentang Wheel Bug (Arilus cristatus) menjelaskan secara mendetail mengenai struktur roda di punggungnya, fungsinya sebagai predator, serta efek gigitannya pada manusia yang melepaskan enzim pencernaan sehingga menimbulkan luka bakar kimiawi, nyeri hebat, dan mati rasa lokal.
  • Klasifikasi dan Gejala Klinis: Journal of Medical Entomology atau Clemson University Cooperative Extension Land-Grant Press yang membahas Assassin Bugs
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....