Sejarah Kacamata Hitam: Dari Ruang Sidang Kekaisaran China hingga Tren Mode Dunia

  • 15 Jun 2026 07:18 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kacamata hitam (sunglasses) kini identik dengan pelindung terik matahari atau aksesori wajib untuk tampil modis. Namun, siapa sangka jika ratusan tahun lalu, fungsi awal benda ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan sinar matahari ataupun gaya. Kacamata hitam pertama di dunia justru lahir di ruang sidang Kekaisaran China sebagai alat penegak keadilan.

Berdasarkan catatan sejarah, kacamata berpenutup gelap pertama kali digunakan oleh para hakim di China sekitar abad ke-12 (Zaman Dinasti Song) atau bahkan jauh sebelumnya. Fungsinya sangat spesifik: menyembunyikan ekspresi wajah sang hakim agar tidak terbaca oleh siapa pun di ruang sidang.

Menjaga Wibawa Hukum Lewat Lensa Gelap

Pada masa itu, proses persidangan di China sangat menjunjung tinggi objektivitas dan wibawa hukum. Lensa kacamata purba ini tidak dibuat dari kaca seperti sekarang, melainkan dari lempengan tipis batu kuarsa asap (smoky quartz) yang berwarna gelap transparan.

Saat memeriksa saksi, terdakwa, atau mendengarkan tuntutan, mata seorang hakim harus tetap tersembunyi. Ada dua alasan psikologis utama di balik aturan unik ini:

  • Menghindari Kebocoran Ekspresi: Hakim tidak boleh memperlihatkan reaksi wajah, seperti terkejut, ragu, iba, atau marah, sebelum vonis akhir dijatuhkan. Jika ekspresi hakim terbaca, saksi atau terdakwa bisa memanipulasi kesaksian mereka demi menyenangkan atau memengaruhi hakim.
  • Mencegah Prasangka Publik: Dengan mata yang tertutup lensa gelap, publik dan pihak yang berperkara tidak bisa menebak ke arah mana keputusan hukum akan berpihak, sehingga keadilan dinilai tetap netral dan tidak memihak.

Selain para hakim, dokumen sejarah juga mencatat bahwa para pejabat tinggi dinasti (seperti pejabat pengadilan Shao Hsing) kerap menggunakan kacamata kristal gelap ini saat berinteraksi dengan rekan kerja atau bawahan untuk menjaga wibawa dan menyembunyikan reaksi pribadi mereka.

Evolusi Menuju Pelindung Matahari

Fungsi kacamata hitam sebagai pelindung dari silau matahari baru mulai berkembang berabad-abad kemudian. Pada abad ke-14, kacamata kuarsa asap ini dibawa dari China ke Italia, di mana fungsinya mulai bergeser untuk membantu penglihatan.

Namun, revolusi kacamata hitam modern baru benar-benar terjadi pada abad ke-20 ketika militer Amerika Serikat mengembangkan kacamata khusus berfilter polarisasi (dikenal sebagai model Aviator) untuk melindungi mata para pilot dari radiasi matahari di sela penerbangan. Sejak saat itu, kacamata hitam keluar dari ruang sidang dan menjelma menjadi simbol budaya populer global hingga hari ini.

Sumber:

Informasi sejarah ini didasarkan pada dokumentasi akademik dan literatur sejarah optik internasional, di antaranya:

  1. Jurnal Medis Historis: "The History of Spectacles in China" oleh Dr. Pi (di publikasikan lewat MedNexus/Chinese Medical Journal), yang mencatat penggunaan kacamata kristal teh (tea crystal) dan kuarsa oleh para pejabat dan hakim Shao Hsing untuk menyembunyikan ekspresi mereka.
  2. Arsip Sejarah Optik: Catatan dari British Optical Association mengenai evolusi lensa berwarna purba dari batu kuarsa asap di daratan Asia Tenggara dan China sejak abad ke-12 hingga era Dinasti Ming dan Qing.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....