Aliansi Hardiknas Bengkulu Desak Pemerataan Pendidikan dan Kesejahteraan Guru

  • 12 Mei 2026 19:39 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bengkulu - Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Hardiknas berlangsung di Kantor DPRD Provinsi Bengkulu, Selasa 12 Mei 2026 pukul 14.00 WIB. Sekitar 150 massa dari berbagai organisasi mahasiswa dan kepemudaan di Bengkulu ikut menyuarakan aspirasi terkait pendidikan dan kesejahteraan tenaga pendidik.

Massa aksi merupakan gabungan sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) serta organisasi kepemudaan yang ada di Bengkulu. Sebelum menuju kantor DPRD, para peserta aksi terlebih dahulu berkumpul di kawasan Taman Budaya Kota Bengkulu dan berjalan kaki bersama menuju lokasi unjuk rasa.

Koordinator lapangan aksi, Ahmad Fadli, mengatakan aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi pendidikan dan layanan kesehatan di daerah. Menurutnya, pemerintah daerah perlu lebih serius memperhatikan kebutuhan masyarakat, khususnya di sektor pendidikan dan kesejahteraan guru.

“Mahasiswa hadir untuk menyampaikan aspirasi masyarakat agar sektor pendidikan dan kesehatan mendapatkan perhatian lebih baik dari pemerintah daerah,” ujar Ahmad Fadli saat menyampaikan orasi di depan massa aksi.

Dalam penyampaiannya, Ketua BEM UINFAS Bengkulu, Andika, menyoroti persoalan kesejahteraan guru honorer serta fasilitas pendidikan yang dinilai belum merata. Ia menyebut masih banyak sekolah di wilayah terpencil membutuhkan perhatian, terutama terkait sarana belajar dan tenaga pendidik.

“Kami meminta pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan guru serta pemerataan fasilitas pendidikan. Pendidikan merupakan hak masyarakat yang harus menjadi prioritas bersama,” kata Andika dalam orasinya.

Selain menyoroti persoalan pendidikan, massa aksi juga mengkritisi kebijakan anggaran yang dianggap belum sepenuhnya berpihak kepada sektor pendidikan dan kesehatan. Para mahasiswa meminta DPRD Provinsi Bengkulu memastikan alokasi anggaran dalam APBD tetap memprioritaskan kebutuhan masyarakat di dua sektor tersebut.

Ketua HMI Bengkulu, Bintang Tuah Dinasti, mengatakan guru memiliki peran penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia di masa depan. Ia berharap aspirasi yang disampaikan mahasiswa dapat menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah maupun pihak legislatif.

“Guru adalah bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, kesejahteraan dan perlindungan terhadap tenaga pendidik perlu menjadi perhatian bersama,” ujar Bintang Tuah Dinasti.

Sekitar pukul 14.40 WIB, perwakilan mahasiswa diterima untuk melakukan hearing bersama unsur pimpinan DPRD Provinsi Bengkulu. Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, bersama anggota Komisi I dan Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu.

Dalam dialog itu, mahasiswa meminta penjelasan terkait ketidakhadiran sejumlah anggota dewan dari komisi terkait. Mereka juga meminta DPRD menindaklanjuti tuntutan mengenai pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan guru honorer di Provinsi Bengkulu.

“Apa yang menjadi tuntutan adik-adik mahasiswa silakan disampaikan dan akan kami tindak lanjuti sesuai kewenangan yang ada,” ujar Teuku Zulkarnain saat menerima perwakilan massa aksi.

Aksi sempat diwarnai pembakaran ban dan penyegelan gerbang kantor DPRD menggunakan lakban sebagai simbol kekecewaan massa terhadap respons yang diterima. Meski demikian, situasi pengamanan tetap berlangsung kondusif hingga massa membubarkan diri sekitar pukul 17.10 WIB.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....