Jenjang dan Kepangkatan di Kepolisian Negara Republik Indonesia

  • 25 Apr 2026 18:25 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan:Jenjang dan kepangkatan di Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dibagi menjadi tiga golongan utama, masing-masing dengan urutan pangkat yang menunjukkan tingkat tanggung jawab, kewenangan, dan jabatan.

1. Golongan Tamtama (pangkat dasar) Ini adalah jenjang paling awal dalam struktur Polri. Bhayangkara Dua (Bharada) Bhayangkara Satu (Bharatu) Bhayangkara Kepala (Bharaka) Ajun Brigadir Polisi Dua (Abripda) Ajun Brigadir Polisi Satu (Abriptu) Ajun Brigadir Polisi (Abripol)

2. Golongan Bintara Golongan ini merupakan tulang punggung operasional Polri. Brigadir Polisi Dua (Bripda) Brigadir Polisi Satu (Briptu) Brigadir Polisi (Brigpol) Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda) Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu)

3. Golongan Perwira Golongan ini memegang peran kepemimpinan dan manajerial.

a. Perwira Pertama (Pama) Inspektur Polisi Dua (Ipda) Inspektur Polisi Satu (Iptu) Ajun Komisaris Polisi (AKP)

b. Perwira Menengah (Pamen) Komisaris Polisi (Kompol) Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) c. Perwira Tinggi (Pati) Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) ⭐ (bintang 1) Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) ⭐⭐ (bintang 2) Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) ⭐⭐⭐ (bintang 3) Jenderal Polisi ⭐⭐⭐⭐ (bintang 4) Catatan penting Pangkat tertinggi di Polri adalah Jenderal Polisi (biasanya dijabat oleh Kapolri).

Kenaikan pangkat dipengaruhi oleh masa dinas, prestasi, pendidikan, dan kebutuhan organisasi. Setiap pangkat memiliki tanda kepangkatan (pangkat di bahu atau dada) yang berbeda.

Tentang Tugas tiap pangkat atau lama kenaikan pangkatnya:

Penjelasan tugas tiap pangkat di Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) pada dasarnya mengikuti jenjang tanggung jawab,semakin tinggi pangkat, semakin besar peran kepemimpinan dan pengambilan keputusan.

1. Golongan Tamtama Peran utama: pelaksana lapangan (basic support) Bharada – Bharaka: membantu tugas operasional seperti penjagaan, pengamanan, pengawalan, dan tugas teknis lainnya.

Abripda – Abripol: mulai diberi tanggung jawab lebih, seperti membantu penyidikan, administrasi sederhana, dan operasional di unit.

Intinya: menjalankan perintah langsung dari atasan.

2. Golongan Bintara Peran utama: ujung tombak operasional Bripda – Briptu: bertugas sebagai petugas lapangan (patroli, penjagaan, lalu lintas, pembinaan masyarakat). Brigpol – Bripka: mulai memimpin tim kecil, menangani kasus ringan, serta pembinaan masyarakat (Bhabinkamtibmas).

Aipda – Aiptu: bintara senior, berperan sebagai penyidik pembantu, koordinator lapangan, dan mentor bagi anggota junior.

Intinya: pelaksana utama tugas kepolisian + penghubung langsung ke masyarakat.

3. Golongan Perwira

a. Perwira Pertama (Pama) Peran: pimpinan unit kecil Ipda – Iptu: memimpin unit kecil, seperti Kanit (Kepala Unit) di fungsi Reskrim, Lantas, dll. AKP: biasanya menjabat Kapolsek (di wilayah tertentu) atau Kasat di Polres kecil.

Intinya Fokus: mengatur anggota dan operasional harian.

b. Perwira Menengah (Pamen) Peran: manajerial dan strategis menengah Kompol: Wakapolres atau pejabat penting di Polres/Polresta. AKBP: umumnya menjabat Kapolres (kepala kepolisian di tingkat kabupaten). Kombes Pol: Kapolrestabes/pejabat utama di Polda atau Mabes.

Intinya Fokus: pengambilan keputusan, manajemen wilayah, dan kebijakan operasional.

c. Perwira Tinggi (Pati) Peran: pimpinan strategis nasional/daerah besar Brigjen Pol: pejabat tinggi di Polda/Mabes, pembina fungsi tertentu. Irjen Pol: biasanya Kapolda (kepala kepolisian provinsi). Komjen Pol: pimpinan utama di Mabes (Kabareskrim, Wakapolri, dll). Jenderal Pol: Kapolri, pimpinan tertinggi Polri.

Fokus: kebijakan nasional, strategi besar, dan arah institusi.

Gambaran sederhana Tamtama → pelaksana dasar

Bintara → pelaksana utama

Perwira → pemimpin & pengambil keputusan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....