Serupa tapi Tak Sama: Jengkol, Kabau, dan Petai, Masih Satu Keluarga

  • 07 Apr 2026 19:45 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bengkulu - Di meja makan khas Nusantara nama jengkol, kabau, dan petai sering muncul sebagai primadona yang punya penggemar setia. Aroma yang kuat memang kerap jadi bahan perdebatan, tapi soal rasa, ketiganya punya tempat tersendiri. Lalu, muncul pertanyaan menarik: apakah jengkol, kabau, dan petai sebenarnya masih satu rumpun?

Secara ilmiah, ketiganya memang masih berada dalam satu keluarga besar tumbuhan, yaitu keluarga Fabaceae atau suku polong-polongan. Dalam dunia botani, keluarga ini mencakup berbagai tanaman yang menghasilkan biji dalam bentuk polong, seperti kacang-kacangan. Hal ini dijelaskan dalam kajian botani oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia, bahwa jengkol, petai, dan kabau termasuk dalam kelompok tanaman leguminosa yang memiliki kemiripan struktur dasar.

Namun, meskipun satu keluarga, mereka berbeda genus (marga). Jengkol memiliki nama ilmiah Archidendron pauciflorum, sementara petai dikenal sebagai Parkia speciosa. Kabau sendiri, yang banyak ditemukan di Sumatera, sering dianggap kerabat dekat petai karena bentuk dan aromanya yang mirip, dengan nama ilmiah Archidendron bubalinum. Perbedaan genus inilah yang membuat ketiganya tidak sepenuhnya sama, meski masih bersaudara dekat.

Dari segi rasa dan aroma, ketiganya punya ciri khas masing-masing. Jengkol dikenal dengan tekstur empuk dan rasa yang kuat setelah diolah, sedangkan petai memiliki rasa sedikit pahit dengan aroma menyengat yang khas. Kabau sering disebut sebagai petai hutan dengan aroma yang bahkan lebih tajam. Menurut penelitian pangan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, senyawa sulfur dalam ketiga tanaman ini menjadi penyebab utama aroma khas yang sulit dilupakan.

Selain soal rasa, ketiganya juga memiliki manfaat kesehatan jika dikonsumsi dengan bijak. Mereka mengandung protein nabati, serat, serta sejumlah vitamin dan mineral. Namun, konsumsi berlebihan, terutama jengkol, perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan gangguan ginjal yang dikenal sebagai jengkolan. Hal ini juga sering diingatkan oleh para ahli kesehatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa jengkol, kabau, dan petai memang masih satu rumpun dalam keluarga besar polong-polongan, tetapi berbeda jenis dan karakter. Ibarat saudara kandung, mereka punya wajah yang mirip, tapi kepribadian yang unik. Itulah yang membuat ketiganya tetap eksis dan dicintai dalam kekayaan kuliner Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....