Ketupat dan Opor, Menu Wajib yang Selalu Hadir saat Lebaran

  • 20 Mar 2026 13:59 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Perayaan Idulfitri di Indonesia tidak hanya identik dengan silaturahmi dan saling memaafkan, tetapi juga dengan sajian khas yang selalu dinantikan. Salah satu yang paling melekat adalah kehadiran ketupat dan opor ayam di meja makan. Kombinasi dua hidangan ini seolah sudah menjadi “menu wajib” yang tidak pernah absen saat Lebaran tiba.

Ketupat, yang terbuat dari beras dan dibungkus anyaman daun kelapa muda, memiliki makna filosofis yang mendalam. Dalam budaya Jawa, ketupat sering diartikan sebagai simbol pengakuan kesalahan dan permohonan maaf. Bentuknya yang rumit melambangkan berbagai kesalahan manusia, sementara warna putih di dalamnya mencerminkan hati yang bersih setelah saling memaafkan.

Sementara itu, opor ayam hadir sebagai pelengkap yang sempurna. Kuah santannya yang gurih dan kaya rempah memberikan cita rasa hangat dan nyaman. Perpaduan ketupat yang padat dengan opor ayam yang lembut menciptakan rasa khas yang sulit tergantikan oleh hidangan lain.

Menariknya, tradisi menyajikan ketupat dan opor tidak hanya soal rasa, tetapi juga soal kebersamaan. Proses membuat ketupat, misalnya, sering dilakukan bersama keluarga. Mulai dari menganyam daun kelapa hingga merebusnya berjam-jam, semua menjadi bagian dari momen kebersamaan menjelang Lebaran.

Selain itu, menu ini juga menjadi simbol keterbukaan dalam menyambut tamu. Hampir di setiap rumah, ketupat dan opor selalu tersedia untuk siapa saja yang datang bersilaturahmi. Hidangan ini menjadi cara sederhana untuk berbagi kebahagiaan di hari yang fitri.

Di tengah perkembangan zaman dan hadirnya berbagai menu modern, ketupat dan opor tetap bertahan sebagai ikon kuliner Lebaran. Rasanya bukan hanya soal enak, tetapi juga tentang kenangan, tradisi, dan kehangatan keluarga.

Karena itulah, bagi banyak orang, Lebaran terasa belum lengkap tanpa ketupat dan opor di meja makan. Lebih dari sekadar makanan, keduanya adalah bagian dari cerita dan makna yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....