Istilah Tahi Lalat dan Kenapa Bisa Tumbuh?

  • 28 Feb 2026 05:27 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Istilah tahi lalat sudah sangat akrab di telinga kita. Begitu mendengar kata ini, bayangan yang muncul biasanya adalah bintik hitam atau cokelat di kulit. Tapi pernah nggak sih kepikiran, kenapa namanya harus tahi lalat? Dan sebenarnya, kenapa sih tahi lalat bisa muncul di tubuh kita?

Asal-usul Istilah Tahi Lalat

Secara bahasa, istilah tahi lalat berasal dari kebiasaan masyarakat lama yang menyebut bintik hitam kecil di kulit mirip dengan kotoran lalat yang menempel. Dari situlah istilah ini dipakai secara turun-temurun hingga sekarang. Dalam dunia medis, tahi lalat dikenal dengan nama nevus, yaitu kumpulan sel pigmen di kulit yang terlihat lebih gelap dari area sekitarnya. Penjelasan ini juga sering digunakan dalam literatur kesehatan kulit oleh Mayo Clinic.

Kenapa Tahi Lalat Bisa Tumbuh?

Tahi lalat terbentuk karena penumpukan sel penghasil pigmen (melanosit) di satu titik kulit. Normalnya, sel pigmen tersebar merata, tapi pada tahi lalat, sel-sel ini berkumpul sehingga terlihat sebagai bintik. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan sangat umum terjadi pada manusia.

Faktor Penyebab Tumbuhnya Tahi Lalat

Ada beberapa faktor yang memengaruhi muncul dan bertambahnya tahi lalat. Faktor genetik adalah yang paling besar pengaruhnya. Jika orang tua memiliki banyak tahi lalat, anaknya cenderung mengalami hal serupa. Selain itu, paparan sinar matahari juga berperan penting. Sinar UV dapat merangsang produksi pigmen kulit, sehingga tahi lalat bisa muncul atau menjadi lebih gelap.

Pengaruh Usia dan Hormon

Tahi lalat biasanya mulai muncul sejak masa kanak-kanak dan remaja, lalu bisa bertambah hingga usia dewasa muda. Perubahan hormon, seperti saat pubertas atau kehamilan, juga dapat membuat tahi lalat tampak lebih besar atau lebih gelap. Ini adalah proses alami tubuh dan umumnya tidak perlu dikhawatirkan selama tidak ada perubahan mencurigakan.

Kapan Perlu Waspada?

Meski sebagian besar tahi lalat aman, penting untuk memperhatikan jika ada perubahan bentuk, warna, ukuran, atau terasa gatal dan berdarah. Jika itu terjadi, sebaiknya segera periksa ke tenaga medis untuk memastikan kondisinya. Edukasi ini juga sering ditekankan dalam panduan kesehatan kulit modern.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....